Joni menyerah. Karena tak enak hati meninggalkan Rina dalam keadaan ketakutan seperti itu, Joni memutuskan untuk tinggal selama beberapa waktu. Kamar berukuran tiga kali empat meter itu tampak rapi, beraroma vanila khas losion Rina, dengan kasur berseprai biru muda di sudut ruangan. Rina bergegas menuju dispenser kecil di atas meja. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, ia menuangkan air ke dalam gelas. "Minum dulu, Jon," ucap Rina seraya menyodorkan gelas itu, napasnya terdengar jauh lebih teratur dibanding saat di parkiran tadi. Joni menerima gelas itu, meneguknya separuh, lalu meletakkannya di atas meja kecil. Matanya memindai sekeliling kamar dengan tenang sebelum menatap lurus ke manik mata Rina. "Saya nggak bisa lama-lama, Rin," kata Joni tegas. "Tante lagi nungguin di rumah." Bibir Rina mengerucut tipis, gurat kecewa sempat melintas di wajahnya. Namun gadis itu tahu diri, Joni sudah melindunginya dari kejaran Dimas malam ini. "Iya, aku ngerti..." gumam Rina pelan
Última actualización : 2026-10-05 Leer más