Tanpa membuang waktu, Joni mencengkeram kedua sisi pinggang ramping Aya, lalu dengan satu tarikan bertenaga, ia mengangkat tubuh wanita itu kembali ke atas kasur empuk. Tubuh Aya mendarat di atas seprai, rambutnya terurai berantakan membingkai wajahnya yang merah padam.Joni merangsek naik ke atas ranjang. Tubuh kekarnya yang menjulang menaungi Aya sepenuhnya, mengurung wanita itu di antara kedua lengannya yang kokoh."Joni... masukin sekarang..." rintih Aya parau seraya merengkuh bahu berotot pemuda itu. Suaranya terdengar begitu memelas, lenyap sudah wibawa sang nyonya rumah yang biasa memberi perintah. "Tante mau kamu... cepat, Joni… please…"Namun, lagi-lagi, Joni tidak langsung menurut. Ia sengaja menahan pinggulnya, menatap lurus ke dalam manik mata Aya yang bergetar. Sudut bibir Joni terangkat tipis, menikmati setiap detik permohonan yang terlontar dari bibir wanita dewasa di bawahnya."Siapa yang pegang kendali malam ini, Tante, hmm?" tanya Joni dengan nada rendah dan menunt
Última actualización : 2026-09-18 Leer más