Antoni duduk di kursi rodanya di dalam ruang kerja pribadi yang terkunci rapat, menatap hujan deras yang mengguyur kaca jendela luar. Tangannya yang gemetar menekan tombol panggilan rahasia di telepon genggam lamanya, menghubungkan saluran terenkripsi ke pengacara senior setianya."Hendarto, datanglah ke rumah kediaman malam ini secara diam-diam tanpa memicu kecurigaan Rinka maupun Brian," bisik Antoni dengan nada suara yang penuh kehati-hatian.Kurang dari satu jam kemudian, pengacara Hendarto melangkah masuk melalui pintu samping ruang bawah tanah, membawa map dokumen berwarna cokelat tua. Pria paruh baya itu membungkuk hormat, menyadari beratnya situasi yang sedang dihadapi oleh sang komisaris utama Winata Group."Saya ingin mengubah draf surat wasiat keluarga," ujar Antoni tanpa basa-basi, menatap lurus ke arah mata pengacaranya dengan ketegasan yang tersisa.Hendarto membelalakkan matanya kaget, membetulkan letak kacamata tebalnya dengan jemari yang menegang. "Apakah Anda yakin,
Last Updated : 2026-09-24 Read more