Harlan menyandarkan punggungnya di kursi kayu, menatap layar ponselnya yang memancarkan pendar cahaya di dalam kamar yang remang. Panggilan video terhubung, menampilkan wajah Clara yang tersenyum manis dengan latar belakang kamar rumah susunnya.Hubungan jarak jauh ini menjadi jembatan tipis di antara kesibukan mereka, mengobati rasa rindu yang tertahan di dada Harlan."Aku merindukanmu, Harlan," bisik Clara lembut dari balik layar."Aku juga, Clara," sahut Harlan dengan suara bariton yang hangat dan dalam. "Bagaimana pekerjaanmu di supermarket minggu ini?""Lancar seperti biasa, hanya saja sepi tanpa kehadiranmu yang sering menjemputku sore hari," jawab Clara sembari terkekeh pelan. "Tenang saja, akhir pekan ini aku libur dan janji akan datang menyusulmu ke selatan Bandung."Harlan menyunggingkan senyum lega, membayangkan kepedihan pengasingan ini akan terobati oleh kedatangan wanita yang sangat dicintainya itu. Mereka mengakhiri panggilan malam itu dengan janji manis yang menggantun
Last Updated : 2026-10-07 Read more