"Khai."Mendengar suara tajam yang memanggil namanya, langkah Khaisar yang semula santai langsung terhenti seketika. Padahal ia sudah berusaha berjalan tanpa menimbulkan suara sedikit pun agar bisa langsung melarikan diri ke kamar. Sial, insting mamanya benar-benar luar biasa. Di hadapan Bu Juliana yang memandangnya, ia diperlakukan bagaikan anak kecil yang ketahuan pulang larut malam. Sebuah ironi besar di benaknya, mengingat sekitar empat puluh jam lalu ia sukses meresmikan hubungan sah dan meniduri anak perempuan orang sebagai seorang suami.Bu Juliana melangkah mendekat dengan dagu terangkat, matanya menyipit penuh selidik. Hidungnya mencium aroma asing. Ini wangi parfum perempuan yang begitu lembut dan khas, jelas bukan aroma parfum yang biasa dipakai putranya."Are you going traveling with a girl, Khai?" tanya Bu Juliana dengan tatapan menyelidik. "Who is she?""No. Aku pergi sama teman laki-laki, Ma.""Kamu punya pacar? Makanya nolak Amara," cecar mamanya."No," sahut Khaisar
Last Updated : 2026-10-20 Read more