Di seberang sana, hening berlangsung cukup lama. Begitu lama hingga Lukas nyaris hilang kendali.Jangan-jangan Weni beneran main di belakangnya? Apa Weni sudah tahu apa yang terjadi pada malam pernikahan mereka? Atau yang lebih buruk lagi, apa Weni tahu kalau alasan dirinya bisa dapatkan Weni sejak awal adalah karena dia telah menyamar sebagai orang lain ....Pikiran Lukas kacau balau. Seluruh tubuhnya seolah sedang dicabik-cabik, nyaris hancur berkeping-keping. Detik berikutnya, terdengar bunyi “klik” dari balik pintu.Pintu utama terbuka.Weni berdiri di sana mengenakan gaun panjang rumahan. Rambut panjangnya terurai hingga ke pinggang, wajahnya tampak lelah dan dingin tanpa sedikit pun kehangatan. Dia menatap Lukas dengan datar, lalu tanya pelan, “Lukas, kamu datang untuk awasin aku?”Lukas tercekat.“Nggak, jelas nggak ....”“Kalau gitu, ngapain tengah malam gini kamu datang ke rumah Minda dan buat keributan? Buat apa?”“Aku ... aku ....”Alasan yang hendak dilontarkan Lukas tersan
続きを読む