Weni benamkan wajahnya di dada Peter, nggak berani perlihatkan wajahnya sedikit pun. Dia dengar suara Rina semakin mendekat.“Kak Peter, sebentar lagi aku ulang tahun. Kali ini kamu bisa datang, kan? Tahun lalu kamu nggak datang. Kalau kali ini kamu masih nggak datang, aku akan ngadu ke ayah!”Peter jawab dengan nada datar, “Kalau ada waktu, aku pasti datang.”“Kak Peter, akhir-akhir ini pekerjaanmu sangat sibuk, yah? Aku dengar dari Ayah, Grup Pangestu lagi berencana perluas bisnis atau semacamnya ....”“Hmm, iya memang lumayan sibuk.”Lihat Peter nggak terlalu tanggapi ucapannya, Rina akhirnya alihkan pandangan ke wanita yang ada dalam pelukannya.“Dia ini ....”Rina tertegun sejenak sebelum tanya, “Kak Peter, jangan-jangan kalian sudah mau nikah?”“Aku pergi dulu.”Peter nggak kasih kesempatan untuk basa-basi lebih jauh. Sambil gendong Weni, dia melangkah lebar menuju mobil. Rina berbalik dan menatap mobil itu melaju semakin jauh hingga hilang dari pandangan.Dia bergumam pada dirin
続きを読む