Senin pagi, setelah Prabu, Hanifa, dan Tania selesai sarapan, mereka tak langsung berangkat ke kantor. Tania sengaja menahan keduanya karena ada sesuatu yang hendak dibicarakan.“Cepat katakan, Tania. Kalau tidak, kita bisa terlambat bekerja,” desak Prabu yang mulai tak sabar.Tania pun menegakkan tubuhnya. Ia menatap Hanifa dengan tajam sebelum akhirnya berbicara.“Aku mau Mbak Hanifa setuju untuk membagi tugas di rumah ini, Mas. Dan aku mau kita membicarakannya di depanmu.”Hanifa menggaruk tengkuknya. Persoalan ini lagi. Padahal, kemarin pagi ia sudah memberikan beberapa saran, tetapi Tania masih saja tidak mau menerima.Akhirnya, Hanifa mengembuskan napas pelan sebelum menatap Prabu.“Mas, Tania nggak mau mencuci bajumu. Aku sudah menyarankan supaya bajumu dilaundry saja. Dia juga nggak mau masak, jadi aku bilang kita beli makanan saja. Dari semua usulan yang aku berikan, bahkan aku sudah menyanggupi untuk membayar bagianku sendiri, tapi Tania masih saja mencari perkara,” ujar Han
Last Updated : 2026-10-13 Read more