Setelah pergi bersama Maria, Hanifa tak langsung pulang ke rumah. Ia justru berbelok menuju rumah ayahnya. Tak peduli jika Prabu akan marah atau mungkin mengomelinya nanti, yang pasti malam ini Hanifa hanya ingin melakukan apa yang ia mau tanpa harus memikirkan perasaan suaminya.Setelah makan malam, Hanifa, Yudi, dan Siti duduk bersama di ruang keluarga. Meski waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, Hanifa masih enggan beranjak pulang."Nanti pulangnya Ayah yang antar, ya, Fa."Hanifa yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya akhirnya menoleh."Nggak usah, Yah. Ifa pulang sendiri aja.""Ini sudah malam, lho."Hanifa tertawa kecil. "Malam apanya? Jalanan juga masih ramai, kok. Ayah nggak perlu khawatir."Semenjak mengetahui kisah hidup Hanifa yang sebenarnya, sikap Yudi memang mulai melunak. Pria itu tak lagi bersikap dingin seperti dahulu. Bahkan, kini ia tak segan menunjukkan perhatiannya dengan mengirim pesan dan menanyakan keadaan putrinya.Meski begitu, Y
Last Updated : 2026-10-17 Read more