‘Senyum, Alea. Ini demi Lukas.’Alea menarik napas panjang, sebelum akhirnya menarik kedua sudut bibirnya. Pintu kaca itu terbuka pelan.Udara sejuk langsung menyentuh kulit Alea. Wangi lembut parfum ruangan menyambut, bercampur dengan kesan mewah yang terasa terlalu bersih.Matanya bergerak perlahan.Gaun putih berjejer rapi di sisi kanan dan kiri. Kainnya jatuh sempurna, berkilau di bawah lampu hangat. Manekin-manekin berdiri tegak, seperti diam menunggu untuk dipilih.Alea menelan ludah. Ia langsung merasa kecil. Langkahnya sedikit tertahan, tapi genggaman tangan Lukas di sampingnya tidak memberi ruang untuk berhenti.“Selamat datang, Pak Lukas.”Seorang wanita paruh baya, berpakaian rapi, dengan gelungan rambut yang elegan, langsung menghampiri mereka. Senyumnya profesional, hangat—tapi jelas ditujukan hanya pada Lukas.“Senang sekali akhirnya Anda datang.”Lukas membalas dengan senyum yang sama sempurnanya.“Maaf baru sempat, Bu Tasya. Ini tunangan saya, Alenta.”Wanita itu baru
Última actualización : 2026-09-15 Leer más