Shenna sama sekali tidak menyangka. Tubuhnya seketika kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke depan. Saat terjatuh, pikirannya mendadak kosong. Secara naluriah, dia langsung melindungi tangan kanannya.Detik berikutnya, seluruh lengan kirinya menghantam panci tanah liat yang panas membara.Kulit dan dagingnya seketika terbakar."Ah!"Shenna menjerit kesakitan.Kulit lengannya langsung melepuh dan robek, darah mengucur deras.Namun, Jeni yang berada di belakangnya justru tampak tidak puas. Dia menatap keji tangan kanan Shenna yang masih utuh, lalu segera mengayunkan tongkat di tangannya ke arah Shenna."Dasar perempuan murahan! Masih berani mau merebut masa depan Vira!"Shenna sontak mengangkat tangan kanannya dan menangkap tongkat itu, lalu menghantamkannya keras ke tubuh Jeni.Seketika, kursi roda Jeni terjungkal. Setelah jatuh ke lantai, dia langsung meratap, "Kamu mau membunuh orang tua, ya!"Detik berikutnya, pintu dapur didobrak keras."Bu ...."Vira menerjang masuk sambil menang
Ler mais