"Lama sekali, aku nunggu sampai bosan," rengek suara manja yang sudah duduk anteng di kursi ruang kerja Rian.Pria itu tersenyum lembut dan mengecup kening Clara penuh kasih. "Maaf sayang, barusan nganter Aira dulu."Wajah Clara yang semula tampak bahagia, langsung berubah masam saat nama Aira di sebut oleh Rian. Amarah yang semula reda, kini muncul kembali tanpa jeda. "Kamu lebih mentingin si wanita kampung itu daripada aku?" Clara mendelik tak suka. Rian menarik napas dalam, lalu tersenyum menanggapi rajukan wanita yang dicintainya itu. Dengan lembut tangannya terangkat membelai rambut Clara penuh kasih, sangat bertolak belakang dengan sikapnya saat bersama Aira."Sayang, aku tadi nganter dia ketemu temannya yang sakit. Cuma sebentar, kok," bujuk Rian lembut, menatap Clara dengan sorot memuja. "Mana mungkin aku lebih mementingkan dia daripada kamu? Di hatiku cuma ada kamu, Clara."Raut masam di wajah Clara belum sepenuhnya luntur, tetapi sentuhan lembut Rian di pipinya perlahan m
Última actualización : 2026-09-18 Leer más