Aira tidak mengerti, tetapi sikap Devan sedikit berbeda. Pria itu terlihat lebih overprotektif terhadapnya, dari mulai hal kecil sampai ke hal besar. Sudah hampir tiga hari Devan berada di rumah Aira, seperti enggan membiarkan Aira sendirian di rumah.Cangkir porselen di tangan Aira berdenting pelan saat beradu dengan tatakannya. Dari balik jendela dapur, ia memperhatikan kebun mendiang ayahnya yang menghampar luas.Suara langkah kaki yang tenang terdengar mendekat. Devan melangkah masuk ke dapur dengan kemeja abu-abu yang lengannya digulung rapi, membawa setoples camilan yang baru saja ia ambil dari ruang tengah."Kenapa berdiri dekat jendela, Ai? Udara di luar sedang berangin," tegur Devan seraya melangkah cepat, tangannya terulur menutup daun jendela kayu itu rapat-rapat.Aira menghela napas pelan, menatap Devan dengan kening berkerut heran. "Devan, ini baru jam sembilan pagi. Udara Sukasari memang seperti ini setiap hari, sejuk. Tidak seperti di kota.""Tetap saja, kamu baru p
Última atualização : 2026-10-03 Ler mais