Ketukan palu itu terdengar menggema. Hakim menyatakan Aira dan Rian sah bercerai.Mata Aira berkaca-kaca, dadanya bergemuruh hebat. Satu tetes air mata jatuh perlahan melewati pipi putihnya, akhirnya setelah dua tahun dalam neraka pernikahan, ia bisa bebas tanpa kekangan."May," bisik Aira, menunduk sambil meremas tangan temannya. "Akhirnya aku bebas, May."Maya mengangguk pelan, memeluk bahu Aira yang berguncang hebat. Sementara itu, Rian terlihat terpaku menatap wajah sang istri, gurat penyesalan jelas terpatri di wajah tirus itu.Tatapan Rian berpindah pada Devan, matanya menatap tajam pada pria yang selama ini ia percaya. Pria itu terkekeh pelan, tangannya saling terkepal, jika saja waktu dapat di ulang ia pastikan tidak akan pernah menyakiti Aira.Ia pasti akan menjadi suami yang baik, dan akan sangat menyayangi istrinya. Namun, semua itu hanya tinggal angan, Aira sudah bukan lagi istrinya, dan ia kini harus membusuk di penjara dalam kurun waktu yang cukup lama."Saya boleh berbi
Last Updated : 2026-10-09 Read more