Selama tujuh hari penuh, Armand tidak berhasil menghubungiku.Baru pada hari kedelapan, akhirnya dia berhasil menghubungi mentorku."Di mana dia?"Mentorku menjawab dengan nada dingin, "Memangnya kamu siapa, sampai mencarinya?""Aku suaminya.""Perjanjian perceraian sudah sampai di tanganmu.""Belum aku tanda tangani.""Itu urusanmu."Armand menahan emosi, lalu berkata, "Dia baru saja kehilangan anaknya, dia butuh perawatan. Aku akan jemput dia pulang.""Saat dia paling butuh kamu, di mana kamu?"Sambungan telepon langsung terputus.Armand kemudian menunggu seharian penuh di depan lembaga penerjemahan.Dulu, ketika aku sering lembur hingga larut malam, dia juga pernah menungguku di tempat yang sama.Saat itu aku berlari menerobos hujan. Dia membukakan payung untukku, lalu menyodorkan secangkir kopi panas.Dia berkata, "Kamu selalu jadi prioritas di atas segala hal."Kini, payung yang sama kembali dipenuhi tetesan hujan. Hanya saja, kali ini tidak ada seorang pun yang datang menghampiri
اقرأ المزيد