Tiga hari setelah insiden di kedai kopi, Sharen memutuskan tetap harus melewati jalan yang sama, toko kelontong terdekat hanya ada di ujung jalan berbatu tersebut, persis di dekat toko buku yang ia hindari.“Nggak apa-apa, Sharen. Kamu cuma perlu jalan terus, pria di toko buku itu bukan pengawal utusan Elio, kamu di Leiden sekarang bukan di Jakarta,” batin Sharen, terus-menerus meyakinkan dirinya sendiri.Ia sudah hafal rute memutar sejak dua hari lalu, tapi hari ini kakinya terlalu lelah untuk berjalan lebih jauh dari yang seharusnya. Ia berjalan cepat, menundukkan kepala, kantong belanja plastik tipis menggantung di kedua tangannya berisi roti, susu, dan beberapa kaleng sup murah.Di tikungan yang sempit, kantong sebelah kanan robek, kaleng sup jatuh keras ke trotoar lalu menggelinding cepat ke arah selokan. "Aduh," Sharen buru-buru jongkok, mengejar kaleng yang terus menggelinding makin jauh.Sebuah tangan besar terulur lebih dulu, menangkap kaleng tersebut tepat sebelum jatuh ke s
Last Updated : 2026-09-07 Read more