Anita berhenti, mengernyitkan dahi. “Elia?” Meski kantor sedang off, dia tetap memakai setelan blazer celana warna navy, lengkap dengan cepolan rambutnya. “Sedang apa kamu di sini?” Melirik Theo dengan tatapan tajam.“Oh, besuk pacar, Bu,” jawab Elia pelan sambil menengok ke Theo.Anita kembali melirik Theo dengan tatapan khasnya, galak. “Ini pacarmu? Saya malah pikir kamu sedang kerja sampingan jadi pengasuh orang sakit,” Tertawa menyindir. “Saya pacar Elia,” Theo yang mewakili jawab dengan nada ketus. “Anda..?”“Oh, saya bosnya,” jawab Anita dengan gaya arogan. “Lumayan kamu, Elia, bisa dipacari orang kaya. Saya bisa bicara begitu karena ini rumah sakit mewah. Hanya orang kaya yang mampu dirawat di sini.” Barulah bersedia mengangguk pada Theo. “Anda benar,” Theo membenarkan, lalu meraih tangan kiri Elia yang di pegangan, “Ayo, Eli, kita lanjut.”“Kami lanjut, ya, Bu, permisi,” ucap Elia. “Oya, Bu Anita sedang besuk siapa?”“Oh, kerabat saya,” jawabnya sedikit gugup lalu per
Last Updated : 2026-09-20 Read more