Karena sudah menyiapkan jawaban andai berpapasan dengan staf, Elia menjawab pertanyaan itu dengan santai, “Mau menghadap Bu Tika, Lukas, ada yang mau dibicarakan. Beliau ternyata belum datang.” “Yakin ruangan Bu Tika, bukan Pak Dave?” ujar Lukas, entah sekedar bercanda atau menyindir. “Terserah,” balas Elia ketus, mulai bergerak turun, melewati tubuh sosok itu. Tangan Lukas sempat menahan lengan Elia, terkekeh. “Bercanda, Elia, jangan galak seperti ini. Kebetulan bertemu di sini. Hari ini aku ulangtahun, ikut makan-makan nanti siang, ya. Aku juga mengundang Jon.”Elia sadar jika menolaknya, pria ini pasti akan kembali mengeluarkan ancamannya tu untuk memaksanya agar ikut. “Baiklah, nanti panggil kami saja, kalau sudah mau berangkat.” Elia segera bergerak turun. “Eh, Elia, jangan turun dulu, temani aku minum teh, yuk, di pantry,” ajak Lukas. “Maaf, Lukas, perutku sedang bergejolak, mau ke toilet dulu.” Elia bergegas turun.“Tapi kalau selesai sebelum jam delapan, kamu bo
Last Updated : 2026-09-28 Read more