"Saya... saya akan coba lagi, Dokter. Terima kasih untuk sesi konsultasi hari ini," ucap Freya sembari bangun dari duduknya dan memasukkan obat ke dalam tasnya.Ia merapatkan tali tas di bahunya, dan melangkah keluar dari ruang praktik dengan langkah yang terasa begitu berat, seolah kata-kata dokternya tadi merupakan beban fisik yang nyata.Saat Freya memasuki mobilnya, merapatkan pintu, dan hendak memejamkan mata sejenak untuk menetralkan gemuruh di kepalanya, ponsel di atas jok penumpang mendadak berdering nyaring.Nama Siska terpampang di layar.Freya menggeser tombol hijau, menempelkan ponsel ke telinganya. "Ya, Siska?""Mbak Freya, Mbak ada di mana?" Suara Siska terdengar tergesa-gesa di ujung telepon. "Hari ini ada jadwal pemotretan lanjutan jam satu nanti, Mbak. Tim sudah mulai bongkar muat alat."Freya mengerutkan keningnya, hingga helaan napas berat lolos dari bibirnya. "Bukannya Nathan hari ini ada meeting dengan klien lain? Bukannya jadwal kita seharusnya besok?""Itu dia,
Last Updated : 2026-09-17 Read more