Bibirnya kembali menempel, kali ini lebih lapar dan lebih menuntut.Lidahnya menyusup masuk, menghisap lidah Freya dengan sedotan yang basah dan panas, hingga membuat suara kecipak kecil memenuhi ruang tengah yang remang.Freya mendesah pelan ke dalam mulut Nathan, jari-jarinya secara naluriah naik memeluk leher pria itu, menariknya lebih dekat seolah takut jarak bahkan sehelai rambut pun masih tersisa di antara mereka.“Nathan, mhh,” desah Freya saat bibir Nathan berpindah ke sudut bibirnya, lalu turun ke dagu, meninggalkan jejak basah yang hangat.Nathan menggeser tubuhnya, lalu mendorong Freya perlahan hingga punggung wanita itu menyandar penuh ke sandaran sofa.Tangannya yang kokoh merayap ke bawah, menyusuri lekuk pinggang Freya yang masih terbalut kardigan longgar, lalu naik lagi, membuka satu per satu kancing di depan dengan gerakan lambat yang sengaja memancing desahan.“Saya mau melihat semuanya.” bisik Nathan serak di dekat telinga Freya.Freya menelan ludahnya dengan dada y
Last Updated : 2026-09-20 Read more