"Ada yang ingin kamu tanyakan, Freya?" tanya Dokter Irma begitu Freya mendudukkan dirinya di kursi empuk tepat di hadapan meja kerja sang dokter.Freya mendongakkan kepalanya dan menatap Dokter Irma dengan pandangan sayu dan penuh keraguan.Jemari tangannya saling bertaut erat di atas pangkuan, menunjukkan kecemasan yang teramat sangat."Dokter..." cicit Freya pelan, lalu mendesah berat. "Apa saya... apa saya sudah gila?"Dokter Irma mengernyitkan dahinya, sedikit terkejut dengan lontaran kalimat awal dari pasiennya itu. "Maksud kamu? Kenapa kamu berpikiran seperti itu, Freya?"Freya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, mengusir rasa canggung yang mendadak menyeruak."Anu, Dokter... dari pas saya masuk ke dalam ruangan ini, saya... saya seperti mencium bau parfum Nathan."Freya menggeleng-gelengkan kepalanya frustrasi, hingga raut wajahnya terlihat amat sangat meratapi nasibnya."Saya benar-benar sudah gila, Dokter! Jelas-jelas Nathan nggak ada di sini, tapi bisa-bisanya hid
Last Updated : 2026-09-22 Read more