"Ya ampun, Mas!" Cita menepuk jidatnya sendiri, benar-benar gemas dengan kelakuan suaminya malam ini."Beras lagi mahal-mahalnya, malah dibuang ke lantai gitu aja! Mas Rayhan ini bener-bener ya, dari tadi bikin emosi. Mana itu diinjak lagi, Mas. Gimana kita makan besok?!" omel wanita cantik itu lagi sembari menunjuk-nunjuk ke arah beras yang tercecer di atas lantai."Maaf, Cit. Tadi kan nggak sengaja jatuh," jawab Rayhan membela diri dengan suara pelan."Semua gara-gara banci itu! Kamu juga seharusnya tegas dong, Mas! Bilang kalau kamu keganggu sama dia. Bukannya malah kabur!" Cita lagi-lagi mengomeli Rayhan sembari melangkah ke sudut dapur untuk mengambil sapu dan pengki."Kamu kan tahu kalau belum ngomong aja udah dikejar," jawab Rayhan membela diri.Cita menatap Rayhan sembari menggenggam sapu dan pengki di kedua tangannya. "Ya itu salahmu, Mas. Ngapain kasih uang ke dia? Udah tahu anomali.""Iya iya aku salah. Perempuan selalu benar," sahut Rayhan malas."Ck. Udah, minggir! Mas du
Última actualización : 2026-09-27 Leer más