"Bukan! Tukang sayul itu biasanya kakek-kakek," jawab sang adik polos."Iya, ya? Itu juga bajunya hitam-hitam semua, pakai masker sama topi lagi, kaya yang ada di Tikitaka!" balas sang kakak."Jangan-jangan... itu penculik anak yang lagi vilal, Mas? Yang mukanya ditutupin telus sukanya naik motol, telus bawa kelanjang buat wadah anak-anak?" celetuk si adek yang masih cadel itu dengan suara yang cukup keras hingga terdengar di telinga Rayhan."Iya! Mukanya nggak kelihatan sama sekali, Dek! Ih, serem banget! Ayo lari, nanti kita dimasukin ke dalam keranjangnya!" seru sang kakak mulai menarik lengan kecil adiknya."Eh. Aku bukan-""Ibuuuu!!!"Sebelum Rayhan sempat untuk meluruskan kesalahpahaman konyol tersebut, kedua anak itu sudah berteriak kencang."Penculik! Ada penculik!" teriak sang adik sambil berlari tunggang-langgang kembali ke arah gang asal mereka. Suara sandal jepit mereka terdengar beradu dengan jalanan tanah dan bergema kencang sebelum akhirnya
Última actualización : 2026-09-21 Leer más