Home / Romansa / Kawin Grebek / 35. Akhirnya Ku Menemukanmu

Share

35. Akhirnya Ku Menemukanmu

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-09-28 21:29:58

Rayhan langsung membeku di tempat. Bulu kuduknya berdiri seketika. Suara manja itu terdengar sangat familiar. Ia pelan-pelan menoleh ke belakang, dan matanya membulat sempurna melihat sesosok tubuh tinggi jangkung dengan gaun hijau bermotif bunga-bunga terang tengah melambaikan tangan dan senyum lebar ke arah Rayhan.

"Mas Rayhan Sayang! Akhirnya Adek menemukanmu lagi!" seru Maria kegirangan.

Manusia jadi-jadian itu pun melangkah mendekat dengan sepatu hak tinggi yang kali ini berwarna merah mar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kawin Grebek   36. Cita VS Maria

    "Jadi begini kelakuan Mas di belakang Adek?! Tega-teganya Mas Rayhan selingkuh sama cewek ini! Kurang apa Adek, Mas?! Kurang apa?!" Maria malah mengomel. Tak terima atas hubungan percintaannya.Belum sempat Rayhan menjawab atau sekadar membela diri, Maria sudah memutar tubuhnya dan menunjuk wajah Cita dengan tatapan penuh permusuhan."Dan kamu! Dasar cewek gatel! Kamu pelakor, ya?! Berani-beraninya kamu merebut Mas Rayhan dari pelukan aku! Cewek enggak tahu diri! Dasar pelakor!" semprot Maria dengan bibir berlipstik merah menyala yang maju beberapa senti.Klak!Maria menghentakkan kaki kanannya yang terbungkus sepatu hak tinggi merah maroon itu ke lantai teras dengan penuh kekesalan, menciptakan suara ketukan keras yang. Pinggulnya bergoyang heboh saat ia melipat kedua tangannya di depan dada. Ia mengibaskan rambut palsu pirangnya dengan kasar sembari memasang wajah cemberut paling dramatis yang ia miliki."Adek kurang apa, Mas?! Jawab!" Maria kembali berbalik memandangi Rayhan dengan

  • Kawin Grebek   35. Akhirnya Ku Menemukanmu

    Rayhan langsung membeku di tempat. Bulu kuduknya berdiri seketika. Suara manja itu terdengar sangat familiar. Ia pelan-pelan menoleh ke belakang, dan matanya membulat sempurna melihat sesosok tubuh tinggi jangkung dengan gaun hijau bermotif bunga-bunga terang tengah melambaikan tangan dan senyum lebar ke arah Rayhan."Mas Rayhan Sayang! Akhirnya Adek menemukanmu lagi!" seru Maria kegirangan.Manusia jadi-jadian itu pun melangkah mendekat dengan sepatu hak tinggi yang kali ini berwarna merah maroon. Pinggulnya bergoyang manja saat melangkah. Rambut palsunya yang berwarna pirang pun ia kibaskan supaya memikat sang pria incaran."Astaga...." gumam Rayhan mulai panik.Pria itu tanpa kata lagi langsung membuka pintu dan membantingnya dari dalam."Mas Rayhan! Berisik!" sentak Cita yang saat itu sedang menidurkan Zain.Namun Rayhan yang panik, tak mendengar suara sang istri. Dengan cepat pria itu mengunci pintu dan memasang semua kancing pintu rapat-rapat."Sshhh shhh shhh. Bobok, Sayang," b

  • Kawin Grebek   34. Rayhan Sayur

    "Ya ampun, Mas!" Cita menepuk jidatnya sendiri, benar-benar gemas dengan kelakuan suaminya malam ini."Beras lagi mahal-mahalnya, malah dibuang ke lantai gitu aja! Mas Rayhan ini bener-bener ya, dari tadi bikin emosi. Mana itu diinjak lagi, Mas. Gimana kita makan besok?!" omel wanita cantik itu lagi sembari menunjuk-nunjuk ke arah beras yang tercecer di atas lantai."Maaf, Cit. Tadi kan nggak sengaja jatuh," jawab Rayhan membela diri dengan suara pelan."Semua gara-gara banci itu! Kamu juga seharusnya tegas dong, Mas! Bilang kalau kamu keganggu sama dia. Bukannya malah kabur!" Cita lagi-lagi mengomeli Rayhan sembari melangkah ke sudut dapur untuk mengambil sapu dan pengki."Kamu kan tahu kalau belum ngomong aja udah dikejar," jawab Rayhan membela diri.Cita menatap Rayhan sembari menggenggam sapu dan pengki di kedua tangannya. "Ya itu salahmu, Mas. Ngapain kasih uang ke dia? Udah tahu anomali.""Iya iya aku salah. Perempuan selalu benar," sahut Rayhan malas."Ck. Udah, minggir! Mas du

  • Kawin Grebek   33. Kamu Lihatin Apa?!

    "Mas Rayhan!" Cita tiba-tiba berseru pelan. Wanita itu menampar lengan suaminya dengan cukup kencang."Awww.""Kamu ini, ya! Dasar nggak sopan!" omelnya masih dengan berbisik agar Zain tidak tidur. "Ngapain peluk-peluk?" gerutunya.Rayhan kembali menatap wajah Cita, berhenti meringis. "Di luar ada Maria," jawabnya."Ha? Maria? Mana?" Cita mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap suaminya dengan tatapan curiga sekaligus tidak percaya.Sebelumnya juga gara-gara Maria, Rayhan nekat menerobos kontrakannya dan membuat mereka digrebek warga."Jangan bohong, ya, Mas Rayhan!" bisik Cita tajam, matanya melotot ke arah wajah suaminya."Aku nggak bohong. Tadi pas mau pulang dari warung Bu Is dia tiba-tiba muncul," sahut Rayhan sungguh-sungguh.Cita kembali mengernyitkan keningnya. "Ngapain Maria malam-malam sampai ke sini? Apa jangan-jangan tadi Mas Rayhan nggak jualan ke desa sebelah, tapi malah ke terminal?" tanya Cita dengan nada menuduh."Ngapaian aku ke terminal?" Rayhan mulai kesal."Tap

  • Kawin Grebek   32. Dekapan Tiba-Tiba

    "Mas Rayhan, Sayang! Maaasss!"Rayhan kembali merinding. Tak mau menunggu lebih lama lagi karena Maria sudah tertinggal cukup jauh, Rayhan segera melesat melewati jalanan tanah lalu berputar dan segera tiba di depan kontrakannya.Sementara itu, Maria yang tertinggal merasakan sakit di kakinya yang menginjak kerikil tajam. Sepatu berhak tingginya ia genggam karena patah."Duh, ke mana sih Mas Rayhan? Cepat banget larinya," gerutu Maria dengan suara bass yang sangat berat namun dibuat manja. Banci itu memungut bagian tumit sepatunya yang patah, lalu mendesah gusar. "Gara-gara Mas Rayhan, hak sepatuku jadi korban. Awas ya kalau ketemu lagi di terminal, tak peluk sampai lemes kamu!"Maria berdiri diam di persimpangan itu selama satu menit. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Rayhan yang seolah menghilang ditelan kegelapan malam.Setelah merasa benar-benar kehilangan jejak pemuda itu, Maria akhirnya menyerah. Dengan melangkah pincang sambil mengomel tak jelas, sosok bergaun

  • Kawin Grebek   31. Adek Kangen, Loh!

    Sensasi dingin membeku mendadak menjalar dari telapak kaki hingga merambat naik ke tengkuk Rayhan. Jantungnya berdegup kencang, hingga pria itu membeku di tempat untuk sesaat. Rasa gusar akibat omelan ibunya di telepon serta kejengkelan pada Mak Gonjreng seketika sirna, tergantikan oleh rasa merinding.Di bawah lampu jalanan yang hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri, berdiri sesosok tubuh tinggi jangkung yang sangat familiar. Seseorang yang memakai gaun ketat motif macan tutul yang agak kesempitan di bagian bahunya yang lebar, lengkap dengan riasan wajah tebal dan wig pirang andalan sedang melambai-lambai ke arahnya."Duh, Mas Rayhan ganteng... Kok malem-malem sendirian aja sih di jalanan sepi gini? Nyari aku, ya? Sama aku juga nyariin Mas dari kemarin."Suara bass yang terdengar melengking manja dan dibuat-buat itu terdengar cukup nyaring di kesunyian malam. Maria menyunggingkan senyuman lebar yang memperlihatkan lipstik merah muda menyala di bibirnya, lalu melangkah maju deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status