"Ada masalah apa lagi sama Mak Gonjreng?" tanya Cita ketika ia berjalan memasuki halaman rumah. Langkah kakinya terhenti sejenak saat menyaksikan pemandangan di teras. Rayhan masih duduk dengan kaku. Namun pria itu tampak begitu telaten saat menenangkan sang bayi yang sedang minum susu. Sebuah pemandangan yang tak pernah Cita bayangkan sebelumnya. "Biasalah. Dia memang suka cari ribut. Tinggal diemin aja," sahut Rayhan pelan sembari mendongak menatap wajah Cita. "Oh. Ya udah. Itu Zain udah ngantuk lagi, kan? Gantian sini," ucap Cita sembari mendekat. "Sudah selesai?" tanya Rayhan. "Udah," jawab Cita singkat sembari mengambil alih Zain dari pangkuan Rayhan. "Makasih." Rayhan berdiri, membersihkan celananya dari debu teras. "Sana siapin piring. Kita sarapan bareng," perintah Cita. Rayhan mengernyitkan dahi. "Kamu berani nyuruh-nyuruh aku?" "Memangnya kenapa? Aku udah masakin loh. Masa ambil piring aja nggak mau?" sahut Cita sewot sembari berjalan melewati Rayhan, membawa Zain u
Última actualización : 2026-09-12 Leer más