Andin menekan tombol di pangkal alat itu dengan ibu jari, dan alat itu langsung bergetar di telapak tangannya. Bunyinya mendengung keras sekali di kamar yang sunyi.Dia buru-buru mematikannya dan menoleh ke dinding kamar Lina dengan mata membelalak."Kedengeran sampai sebelah, Javier!" bisik Andin panik."Itu tembok tebal, dan Lina pakai headset. Nyalain lagi, tapi pilih level paling rendah," ujar Javier tenang.Andin menekan tombol itu sekali, dan getarannya kali ini pelan dan hanya terasa di tulang telapak tangannya. Dari kamar sebelah, tawa Lina meledak tiba-tiba, dan Andin langsung membeku dengan alat di genggamannya. Alat itu masih bergetar pelan di telapak tangannya.Javier menunggu tiga detik penuh."Dia ketawa gara-gara drakor. Kalau kamu butuh berhenti, ucapkan plester, dan aku pulang," ujar Javier."Aku nggak mau berhenti," jawab Andin, secepat yang dia bisa.Andin menarik napas, lalu menatap langit-langit sambil mencari kata yang pas."Aku harus mulai dari mana?" tanyanya l
Terakhir Diperbarui : 2026-10-15 Baca selengkapnya