Javier berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangan kanan untuk menyalami Nadine. Gerakannya mulus dan sopan, seperti orang yang baru bertemu kolega di acara seminar."Nadine, kebetulan sekali. Perkenalkan, ini Andin, asisten data penelitian saya," ucap Javier.Andin ikut berdiri dengan senyum kaku. "Selamat malam, Bu Nadine.""Asisten data. Naik pangkat cepat sekali, ya," sahut Nadine sambil tertawa kecil. Matanya turun sekilas ke bahu Andin, tempat tali renda biru tua mengintip dari balik kerah dress hitam itu."Biasanya asisten data nggak pakai bra renda buat makan malam. Talinya kelihatan, lho," bisik Nadine, cukup pelan agar tidak terdengar meja lain.Wajah Andin memucat, lalu memerah, lalu memucat lagi. Javier melangkah setengah langkah ke depan, menempatkan dirinya di antara dua perempuan itu."Dia datang atas permintaan saya. Ada keperluan penelitian yang harus dibahas di luar jam klinik," jelas Javier.Nadine mengangguk-angguk dengan senyum yang tidak bergeser. "Tanganmu dari
Terakhir Diperbarui : 2026-10-21 Baca selengkapnya