Bel pintu depan berbunyi lagi, kali ini tiga kali berturut-turut. Andin langsung turun dari meja dapur dan menarik ujung kaus sampai menutup paha, dengan kaki yang masih goyah."Siapa itu?" bisik Andin panik."Kemungkinan besar satpam kompleks," jawab Javier sambil menaikkan celana training dengan satu gerakan."Mas, aku nggak pakai apa-apa selain kaus ini!" desis Andin."Kamu sembunyi di balik pintu kulkas, dan aku yang bicara," putus Javier.Andin menurut. Dia berjongkok di balik pintu kulkas yang terbuka lebar, menahan napas, dan menekan kedua lutut ke dada. Gula masih menempel di telapak kakinya, dan setiap gerakan kecil membuat butirannya berderak di lantai.Javier membuka pintu depan dengan wajah paling tenang yang bisa dia atur. Di teras berdiri seorang satpam berseragam cokelat, topinya dipegang di tangan dan napasnya terengah. Nama di dadanya tertulis Wahyu."Maaf mengganggu, Pak Dokter. Alarm asap rumah Bapak bunyi lama sekali," lapor Pak Wahyu."Tidak ada kebakaran, Pak. Ha
Terakhir Diperbarui : 2026-11-02 Baca selengkapnya