Tok, tok.Dua ketukan di permukaan meja resepsionis membuat Rendi melompat dari kursinya sampai lututnya menabrak laci. Suster Marni berdiri di seberang meja dengan tas tangan di bahu dan sebuah termos stainless di tangan kanannya."Maaf, Sus! Saya kira Suster sudah pulang dari tadi," ucap Rendi gugup sambil menekan sembarang tombol di papan ketik. Jendela rekaman itu tetap terbuka."Saya kembali karena termos Dokter masih di ruang kerjanya. Saya sudah bilang akan menyitanya, dan saya selalu menepati kalimat yang saya ucapkan," jawab Marni sambil mengangkat termos itu setinggi dada.Rendi tertawa lemah, tetapi tawanya patah di tengah. Mata Marni sudah turun ke layar, dan perawat senior itu berhenti bergerak. Garis gelombang suara masih terpampang di bagian bawah jendela, dengan kode LIFT-B dan angka 00:23:14 di atasnya."Itu apa, Rendi?" tanya Marni pelan."Log gedung, Sus, pemeriksaan rutin," jawab Rendi dengan suara yang naik setengah nada."Lift klinik. Pukul 21.44 sampai 22.07. Sa
Last Updated : 2026-10-23 Read more