Kamis siang, pukul 13.20 WIB, Bu Yanti sedang memukul sisi mesin fotokopi dengan telapak tangan ketika Andin berdiri di depan meja tata usaha. Mesin itu sudah macet sejak Senin, dan kesabaran Bu Yanti sudah habis sejak Selasa."Macet lagi, padahal sudah tiga kali saya ganti kertasnya," gerutu Bu Yanti tanpa menoleh."Maaf mengganggu, Bu. Pak Hendra ada?" tanya Andin pelan."Ada, baru selesai rapat. Masuk saja, tapi jangan tawari beliau kopi, itu sudah gelas ketiga hari ini," jawab Bu Yanti sambil kembali memukul mesin.Andin menahan senyum, lalu mengetuk pintu ruang kaprodi dengan map plastik di dada. Di dalam map itu ada cetakan Bab Lima, empat halaman yang dia tulis semalam. Dia memastikan ujung kertasnya tidak tertekuk sebelum masuk.Ruang kaprodi lebih kecil daripada ruang Bu Ratna. Rak bukunya penuh sampai langit-langit, dan aroma kopi instan memenuhi udara sejak pagi.Pak Hendra mendongak dari tumpukan skripsi yang belum ditandatangani. Dia melambai agar Andin masuk, lalu menunj
Last Updated : 2026-10-29 Read more