Kepulangan Nara ke Jakarta membawa beban berat yang merayap di setiap jengkal pikirannya.Penerbangan dari Bangkok tadi siang terasa berlalu begitu cepat, namun begitu kakinya kembali menapak di lantai rumah dua lantai, realitas menyapanya.Di sini, ia adalah seorang istri. Di tempat ini, ada janji pernikahan yang pernah diucapkannya.Namun, ruangan-ruangan di rumah ini kini terasa asing. Dinding-dindingnya yang dicat warna netral tampak memancarkan kedinginan yang membekukan.Nara meletakkan kopernya di sudut ruang tamu, mendengarkan keheningan yang menyergap.Dan Raka ternyata belum pulang.Nara berjalan menuju kamar mandi utama. Ia memutar kran shower, membiarkan air hangat mengguyur tubuhnya.Setiap kali ia memejamkan mata, memori malam di Bangkok itu kembali berputar—bisikan Dion, sentuhan jemarinya yang posesif, dan rasa diinginkan yang begitu kuat.Nara mengepalkan tangan, menahan tangis yang mendesak di t
Dernière mise à jour : 2026-10-06 Read More