Setelah makan malam yang terasa canggung bagi sebagian orang di ruang makan, Elang kembali ke kamarnya di paviliun belakang.Ya, tentu saja kamar seorang supir pribadi sama seperti kamar pelayan lainnya. Sebuah ranjang tunggal, lemari kayu sederhana dan meja kecil di sudut ruangan.Elang baru saja menyalakan sebatang rokok, berniat melepas penat setelah seharian menyetir dan berurusan dengan sandiwara konyol majikannya. Namun, baru isapan pertama, ponsel di atas kasurnya tiba-tiba bergetar hebat.Panggilan dari nomor tak dikenal.Elang mengerutkan kening. Ia menggeser tombol hijau di layar. "Halo?""Lang, ini Bude Darmi," ucap suara paruh baya dari seberang sana, terdengar gemetar dan sangat panik."Astaga, Bude. Elang pikir siapa pakai nomor baru. Ada apa, Bude?" tanya Elang seketika berubah khawatir. Tumben sekali budenya ini menelpon malam-malam begini."Amira kumat lagi, Lang. Wajahnya pucat pasi, napasnya sesak. Kami mau membawanya ke rumah sakit sekarang juga. Tapi tapi kamu tah
Last Updated : 2026-09-25 Read more