"Lang, aku mohon... jangan kasih tahu mas Bima dulu soal kehamilan ini," bisik Rania penuh penekanan.Elang mengernyitkan dahi tebalnya pelan. "Kenapa, Rania? Bukannya kalau Pak Bima tahu, dia bakal—""Justru itu!" potong Rania cepat, wajah cantiknya merengut cemas. "Kalau nas Bima tahu aku hamil, dia bakal langsung pakai kabar ini buat cari muka di depan kakek Bram! Dia bakal pura-pura jadi suami idaman dan ayah paling bahagia se-dunia. Lebih parahnya lagi, dia pasti bakal cari cara buat jauhkan kamu dari aku, Lang. Aku nggak mau dipisahkan sama kamu."Mendengar penuturan jujur itu, hati Elang lumer seketika. Tatapannya meneduh, ibu jarinya mengelus lembut punggung tangan Rania."Baiklah, kalau itu mau kamu. Aku bakal simpan rahasia ini rapat-rapat. Tapi setelah sarapan pagi ini, kita harus langsung ke dokter kandungan untuk periksa resmi, ya?" ucap Elang lembut, mengangguk paham."Iya, aku nurut sama kamu," sahut Rania penuh kepasrahan manis.Elang menyunggingkan senyum tipis. "Seka
Last Updated : 2026-10-09 Read more