"Dasar supir sialan! Istri kurang ajar! Awas kalian berdua, lihat saja nanti apa yang bakal gue lakukan!"Bima mengumpat tiada henti, menyusuri koridor yang mulai sepi dengan hentakan kaki kasar. Baju jas mewahnya agak basah tersiram air hujan, namun panas di dadanya jauh lebih membakar ketimbang dinginnya angin malam. Bayangan wajah Rania yang tersenyum manis saat disuapi Elang, serta kalimat ketagihan yang meluncur dari bibir istrinya, terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak yang menyiksa batin."Wah, Om Pemarah lagi!"Langkah Bima seketika terhenti mendadak. Ia menoleh ke arah sudut koridor dekat taman dalam, mendapati seorang gadis remaja bertubuh kurus dengan piyama rumah sakit sedang duduk di atas kursi roda, memegangi tiang infus dengan wajah ceria tanpa dosa.Bima mengernyitkan dahi tebalnya, menatap anak itu dari atas ke bawah dengan pandangan penuh kekesalan. "Ngapain kamu di sini jam segini?! Terus kamu panggil saya apa tadi?! Om?!"Amira terkekeh renyah, mendoro
Last Updated : 2026-10-14 Read more