Bab 13Andri baru saja memarkirkan mobilnya di pelataran sebuah resto berkonsep tradisional, yang menawarkan sensasi makan di gazebo yang di bawahnya terdapat kolam ikan emas warna-warni. Dia sengaja memilih tempat ini agar bisa rileks dan ngobrol santai sama Attaya, yang sejak tadi wajahnya terlihat muram. Wanita itu bahkan tidak fokus, dan sering kedapatan melamun saat meeting tadi. "Kita sudah sampai, Ta. Ayo turun." Ucapan Andri membuyarkan lamunan Attaya. Dia mengulas senyum, merasa tak enak pada Andri. "Oh, iya, Mas." Rasa tak enak Attaya makin menjadi, saat menyadari ke mana Andri membawanya. "Mas, kok makannya di sini? Ini, kan, resto mahal. Apa nggak sebaiknya kita cari tempat lain aja?"Andri menggeleng, senyum tipis terulas di bibirnya. "Ini tempat paling cocok untuk makan siang, dan healing tipis-tipis. Ayo, turun." Usai berkata Andri membuka pintu mobil dan keluar, disusul Attaya yang tak mau membuat pria itu menunggu. Dia berlari kecil untuk mengejar langkah lebar Andr
Zuletzt aktualisiert : 2026-11-05 Mehr lesen