Bab 4"Hah! Aku gak salah dengar? Istri Satria Damarjati nanya loker? Masih kurang nafkah dari suaminya, Bu?" Wanita yang bersahabat dengan Attaya sejak SMA itu, terpekik tak percaya mendengar penuturan Ibu anak satu yang tengah duduk di depannya dengan wajah sendu. Yang dia tahu, Attaya sudah bahagia menjadi istri Satria. Tak perlu capek-capek kerja, karena semua kebutuhan dan keinginannya sudah dipenuhi oleh suami yang punya jabatan cukup mentereng di kantornya. Setahu Selin, Satria begitu meratukan istrinya. "Kami sudah cerai, Sel," Lirih Attaya, nyaris tak terdengar. Dia benar-benar malu mengatakan ini pada Selin. Bagaimana tidak malu, dulu dia pernah begitu jumawa di depan sahabatnya itu. "Iri kan, kamu.... Makanya nikah, biar ada yang nafkahin. Tapi ingat jangan asal comot laki-laki, salah-salah kamu dapat spek mokondo. Nyari suami yang kayak Mas Satria. Tampan iya, mapan iya, sayang istri iya, setianya nggak usah ditanya lagi. Wes paket komplit pokoknya!" Dulu dia begitu mem
Dernière mise à jour : 2026-09-21 Read More