Hujan pertama di bulan Juni sore ini. Bau tanah yang tersentuh air hujan menyeruak tajam, menusuk hidung, namun menenangkan.Sera duduk di bangku yang mengarah ke jendela kaca. Ia menatap butiran hujan yang turun perlahan. Teh di cangkir yang ia pegang menguapkan panas yang sedikit menghangatkan tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan. Rintik hujan masih menari-nari di langit berwarna jingga, sepertinya hari ini akan ditutup dengan rintikan hujan.Bip bip bip....Suara ponsel berdering.Sera menggapai handphone nya dari atas nakas, nama Arini muncul di layar ponsel."Halo Rin, ada apa nih? Tumben nelpon? Biasanya chat doang.” Celetuk Sera sembari kembali menyeduh teh.[Ra, Desta disini.] Suara dari seberang terdengar serius.Sera membeku. Nama itu, nama keramat yang bertahun tahun menjadi penyakit di hatinya, mengendap tak mau keluar meski beribu obat ia telan, namun penawarnya juga tidak ia temukan.[Bisa kesini?] ucap suara dari seberang lagi.Suara Arini yang panik mengagetkan
Terakhir Diperbarui : 2026-09-28 Baca selengkapnya