“Hmm, cewek kampung ini lagi. Males aku lihatnya!”“Iya, Sis. Cuma modal dada gede sama muka cantik doang, tapi di suruh ngelayani pelanggan, malah kaku kayak kayu. Mentang-mentang masih perawan, harganya sok dinaikin.”“Iya nih. Padahal yaa, masih mending kita ke mana-mana.”Begitulah nasib Kiara Shanin Pratama yang kini menangis tersedu karena pekerjaannya yang hina. Ditambah lagi, cibiran dan cemooh itu meluncur bebas dari sesama pelacur yang kerja di tempat yang sama dengannya.Lahir dari keluarga miskin di sebuah desa terpencil, hidup Kiara sejak kecil tak pernah mudah. Ayah dan ibu tirinya terlilit utang yang cukup besar hanya untuk judi dan foya-foya.Hampir setiap hari para rentenir dan preman datang menagih hutang ke rumah. Hingga suatu malam, salah satu rentenir yang terkenal paling kejam datang ke rumah sambil mengancam akan menjebloskan sang ayah ke penjara.Namun, alih-alih bertanggung jawab untuk mencicil semua utang tersebut, kedua orang tuanya justru menjadikan Kiara s
Última actualización : 2026-09-29 Leer más