Begitu kata-kata itu terucap, seluruh ruangan menjadi sunyi senyap.Kening Tommy berkerut, tangannya mengepal tanpa sadar. Wajah Anas menggelap seketika. Sambil menunjuk ke arah Sonia yang tak sadarkan diri di tempat tidur, dia berseru, "Dengan anak cacat ini sebagai bebanmu, siapa lagi yang mau sama kamu setelah cerai? Jangan harap aku akan urus kamu!"Claudia menjawab dengan tenang, "Aku bisa urus putriku sendiri. Aku nggak butuh bantuan orang lain."Kemudian, Claudia membuka pintu dan berkata dengan nada menjaga jarak, layaknya berbicara dengan orang asing, "Sonia butuh ketenangan. Harap kalian keluar."Tommy tiba-tiba melangkah maju dan mencengkeram pergelangan tangan Claudia. Sorot matanya menyiratkan kepanikan yang bahkan tidak disadarinya. "Claudia, kamu ...."Giselle berujar dengan suara tercekat, "Claudia, kamu mau pakai cara ini untuk salahkan aku karena nggak jaga Sonia dengan baik?"Claudia memandang Giselle dengan dingin. "Awalnya, penculik cuma sandera kamu. Kamu yang se
Read more