Keesokan harinya, saat terbangun, pinggangku terasa seperti akan patah. Tadi malam aku menangis dan memintanya berhenti, tetapi Leonard benar-benar mengerikan saat sedang marah.Aku merasa seperti kelinci yang dilahap habis oleh serigala kelaparan. Namun, ada satu hal yang berbeda. Tadi malam, dia menyebut namaku.Biasanya, dia justru memanggil nama Ariel, mantan kekasihnya.Saat menoleh ke samping, kulihat suamiku sudah tidak ada di tempat tidur. Namun, terdengar suara gemericik air dari kamar mandi. Leonard sedang mandi.Kartu hitam yang kutolak tadi malam tergeletak di nakas di samping tempat tidur.Tiba-tiba, ponselku berdering. Aria meneleponku.“Halo.”[Halo, kenapa dari tadi teleponku tidak kamu angkat?]“Maaf, aku baru bangun. Ponselku dalam mode senyap.”[Baru bangun jam segini?]“Tadi malam aku bertengkar dengan Leonard, lalu dia menyiksaku sepanjang malam.”[Sialan! Ayo kita lakukan visum, lalu laporkan ke rumah sakit!]“Eh, bukan penyiksaan seperti itu maksudku. Tapi penyi
Huling Na-update : 2026-10-11 Magbasa pa