Darmi paling suka dapur rumah ini.Hanya itu yang membuatnya betah, kalau ia mau jujur. Dapurnya luas, jendelanya besar menghadap halaman belakang, dan lantainya keramik putih yang gampang dipel. Kompornya empat tungku. Di kontrakan lama, ia harus berebut tungku dengan Siska setiap pagi.Pagi ini dapur itu sudah bersih sejak pukul enam. Nasi sudah ditanak. Bekal Kinan sudah dikemas. Arka sudah mandi, sudah sarapan, dan sekarang sedang bermain mobil-mobilan di ruang tengah dengan Siska yang duduk bersila di sampingnya.Darmi mengelap meja makan untuk ketiga kalinya, bukan karena kotor, tapi karena tangannya butuh pekerjaan.Ia masih memikirkan wajah Bu Maya saat sarapan tadi.Majikannya itu turun dari tangga dengan blus krem dan rok hitam, rapi seperti biasa, tapi matanya sembab dan kulitnya pucat. Ia hanya minum kopi, tidak menyentuh roti panggangnya sama sekali. Waktu Pak Bima turun lima menit kemudian, siul-siul kecil dan bersemangat, Bu Maya malah buru-buru mengalihkan pandangan."
Última atualização : 2026-10-15 Ler mais