Dekorasi di sini sangat sesuai dengan aura Cristian. Nuansa hitam, putih, dan abu-abu, persis seperti pria itu.Sesaat kemudian, Cristian kembali dengan segelas jus jeruk dan langsung memberikannya kepadanya."Kenapa berdiri saja? Ayo duduk."Meski belum larut malam, vila itu sangat sunyi. Di ruangan yang luas itu, yang tersisa hanyalah Stella dan Cristian.Jus telah diberikan kepada Stella, jadi dia tidak bisa menolak lagi dan hanya bisa duduk di sofa di sebelah Cristian, sesuai perintahnya tadi."Terima kasih, Tuan Cristian.""Nggak perlu sungkan."Menyadari ketidakleluasaan Stella, Cristian pun menjelaskan."Tenang saja, kamar tamu masih dibersihkan. Pelayan akan turun sebentar lagi. Lalu, kamu sudah bisa pergi istirahat."Ternyata, kamar tamu sedang dibersihkan.Stella menghela napas lega. Dia masih agak takut berduaan dengan Cristian, sama halnya seperti sekarang ini.Dia duduk di sisi luar sofa, sengaja menggeser tubuhnya ke samping untuk menjaga jarak dari Cristian. Matanya tert
Mehr lesen