OBSESSED (Indonesia)

OBSESSED (Indonesia)

By:  Jihanna Yvonne  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
19Chapters
1.3Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Starla Azkia diusir oleh Ayahnya karena telah mengecewakan. Starla dianggap gagal sebagai anak karena tidak bisa menjaga kesuciannya sebagai seorang gadis. Starla tau ia bodoh. Namun menurutnya, akan lebih baik ia menyerahkan keperawanannya pada kekasih yang ia cintai daripada harus menikah dengan pria yang akan ayahnya jodohkan padanya. Saat itu Starla tidak menyesal sama sekali. Hingga saat dia tau jika Bima, kekasihnya, justru menjualnya kepada seorang mafia. Takdir membawa Starla ke salah satu negara di Eropa. Netherlands, begitu mereka menyebutnya. Lalu pertemuannya dengan Erik, seorang pria beriris mata abu-abu, sukses membuat kehidupan Starla berubah menjadi 180 derajat. Bersama Erik, Starla jadi tau sisi gelap sesungguhnya dari sebuah nafsu. (Note : bagi kalian yang berumur di bawah 25 tahun, harap bisa memilih bacaan. Dan cerita ini bukan untuk kalian, wahai anak di bawah umur!)

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
19 chapters
Prolog
"Berlutut!"Suara itu terdengar begitu tegas dan tidak terbantahkan. Erik berdiri dengan jarak tiga meter dari tempat Starla berdiri. Mata Starla bergerak untuk menatap pria itu dan langsung dapat menangkap sosok pria bertubuh tegap dengan iris mata abu-abu tengah menatapnya dengan ekspresi tidak terbaca.Sungguh, jika mampu, Starla ingin menolak perintah tersebut. Namun tubuhnya justru berkata lain. Selalu begitu.

Read more

1 - Kekecewaan
"Ke mana saja kamu baru pulang sekarang?"Suara bariton seorang pria mengejutkan Starla tepat saat ia masuk mengendap-endap ke dalam rumah. Starla meneguk saliva kasar. Tadi dia pikir, ini masih terlalu pagi bagi pria itu untuk bangun. Lagipula ni masih jam 3 dini hari.Read more
2 - Pergi
"Kamu menguping pembicaraan Ayah?" desis Darma, rahangnya mengetat keras.Starla diam tidak menjawab. Sebenarnya ia tidak bermaksud untuk menguping pembicaraan Darma dengan Pak Danu, atasan Darma yang terjadi melalui telpon. Tapi saat itu, Starla baru pulang kerja. Seperti biasa, gadis itu akan mencari Darma untuk memberitahukan bahwa ia sudah sampai di rumah dengan selamat. Tapi yang didapati oleh Starla justru pembicaraan itu.

Read more

3 - Mungkin
NOTE : Maafkan aku yang salah-salah dalam memasukkan nama tokoh. Jadi di Bab awal aku memasukkan nama Gading, bab kedua aku masukin nama Gilang dan bab ketiga ini aku memutuskan (sumpah, nggak nyadar aku salah masukin nama wkwkwk) memberi nama yang lebih simple.B I M ADi antara kalian, ada yang namanya Bima? Kalau ada jangan angkat tangan, sembunyi saja hihihi...Happy Reading!***Read more
4 - Motel
Sudah sekitar satu jam lamanya Starla berdiri di depan gerbang kantor. K epalanya menoleh ke kanan dan kiri, di mana banyak kendaraan berlalu lalang. Awan yang tadinya cerah sudah berubah gelap diiringi kilat dan gemuruh petir yang sesekali menyambar di angkasa. Angin yang bertiup semakin kencang menit ke menit dan Starla memeluk tubuhnya sendiri karena rasa dingin yang menusuk kulit."Neng masih di sini?" Pak Tarjo, satpam yang berjaga di gerbang bertanya pada Starla. Ia mendongak menatap langit yang kian menggelap karena selain sudah masuk jam setengah 6 sore, mendung tebal juga bergelayut siap menjatuhkan titik-titik air kapan saja."Iya, Pak.""Nunggu siapa, Neng? Jemputan?" tanya Pak Tarjo lagi, sesekali mengusap kedua telapak tangannya karena ia juga merasa kedinginan setelah keluar dari ruang pos jaga demi menghampiri Starla. "Mending pulang aja sekarang, Neng. Mau hujan ini," saran Pak Tarjo.Starla menghela napas. Ia melirik arloji lalu merogoh t
Read more
5 - Dijual untuk Ditukar 1
Starla duduk bersandar di kusen kasur sembari menatap kosong kamar bercat putih yang sebenarnya adalah kamar Bima. Rambut yang setengah basah setelah habis mandi ia biarkan terurai. Melirik jam dinding, Starla semakin terdiam tak bisa berkata-kata. Ini sudah lewat tengah malam dan belum ada tanda-tanda jika Bima akan pulang.Kecewa? Tentu saja. Karena sesakit apapun perasaannya tadi saat mengetahui perbuatan Bima, diam-diam Starla masih ingin percaya. Gadis itu mengharap sebuah penjelasan dari bibir Bima, yang menyatakan bahwa apa yang ia lihat tidak seperti yang ia bayangkan.Starla menunduk lelah. Bukankah sudah jelas jika Bima sama sekali tidak berniat mengklarifikasi? Jika Starla ingat, pria itu bahkan tidak berusaha mengejarnya dari motel tadi. Ingat semua hal itu, dada Starla kembali sesak. Tanpa sadar, Starla bahkan sudah kembali menangis.Entah sudah berapa lama Starla menangis, hingga tanpa sadar ia sudah jatuh tertidur dengan posisi duduk menekuk lutut
Read more
6 - Dijual untuk Ditukar 2
Wahai pembaca yang budiman, part ini mengandung kekerasan dan adegan dewasa. Bagi kalian yang benar-benar masih di bawah umur dan tidak menyukai segala bentuk kekerasan apapun, jangan baca.Happy Reading!* * *"Tch," dengus Lion. Tangannya menyentuh dagu Starla, membuat gadis itu mendongak. Lion pun mendekatkan wajah hingga Starla mampu mencium bau asap rokok dari napas yang keluar dari hidung Lion."Kau pikir aku tertarik dengan uangmu?" bisik Lion. Sementara satu tangan yang lain bergerak, menelusuri kancing dress piyama berbahan satin yang Starla pakai. Lion menyeringai. "... Aku hanya mau tubuhmu."Starla refleks mendorong Lion hingga pria itu jatuh tepat di atas meja. Gadis itu berdiri, lalu segera berlari menuju pintu terdekat.Pintu keluar. Starla harus segera minta tolong.Namun, baru saja ia membuka pintu tersebut, dua orang pria menghadang di sana. Starla tersentak dan mund
Read more
7- Kebencian
Pagi ini menjadi sangat berbeda bagi Starla. Dalam semalam saja kehidupannya sudah berubah 180 derajat. Jika biasanya di jam ini Starla sudah selesai mandi dan sedang bersiap-siap berangkat, kali ini gadis tersebut sedang meringkuk lemah dibalik selimut tebal yang dia tarik dengan sisa tenaganya.Pandangan Starla kosong, menatap tirai putih jendela yang masih tertutup tirai berwarna putih. Matanya terasa panas dan bengkak karena semalaman menangis. Mungkin baru beberapa jam yang lalu air mata itu berhenti dan berubah menjadi sebuah tatapan tak berarti. Starla, meskipun dia merasa kepalanya mulai berdenyut karena tidak bisa tidur, masih berusaha tetap sadar.Suara-suara keributan dari luar kamar tidak mengusik Starla sama sekali. Dia justru mengeratkan selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya. Starla mencoba memejamkan mata, namun baru beberapa detik, suara pintu kamar sudah terbuka.Starla sama sekali tidak peduli siapa yang sedang masuk. Apapun yang akan terja
Read more
8 - Penyesalan
Waktu berjalan cepat hari itu. Starla telah selesai meratapi nasip. Di batas kehancurannya, dia mengingat jika dia tidak boleh menyerah. Darma akan sangat kecewa jika tau putri semata wayangnya mudah menyerah pada keadaan.Mengingat nama sang ayah, hati Starla menjerit keras. Mungkin karena dia menentang keputusan Darma, maka dari itu sekarang dia terkena karma.Starla ingat jika Darma pernah mengatakan Bima bukan pria baik. Saat itu Starla memang sangatlah naif dan egois. Dengan pikiran pendek, dia menentang Darma dan pergi dari rumah karena lebih memilih Bima.Sekarang, jika dia pulang ke rumah, apakah Darma akan menerimanya? Akankah ayah yang tegas itu memberikan dukungan yang dia butuhkan saat dirinya tengah mengalami hal gila ini? Dirinya merasa kotor dan tidak pantas untuk pulang. Tapi dia harus kemana lagi?Starla menghela napas. Pipinya masih lembab karena bekas air mata. Hidung dan matanya bahkan masih sedikit merah."Aku harus pergi," put
Read more
9 - Kamu Adalah Pelacurku
Semua terlambat, saat Starla menyadari bahwa itu bukanlah mobil abang grab yang dia pesan. Gadis itu otomatis melepaskan pegangannya pada koper dan berbalik untuk berlari. Perasaan takut muncul begitu saja kala melihat pria tua itu.Namun, tepat saat itu juga tangannya sudah dicekal dengan cepat. "Kamu pikir kamu mau lari ke mana jalang kecil?"Starla memberontak, berusaha melepas tangannya. Dia mulai berteriak tapi Lion dengan cepat menamparnya keras sampai pandangan Starla terasa berkunang-kunang."Apa yang kamu lakukan?! Lepasin dia!" teriak Bima murka, dia tidak terima pada perlakuan kasar Lion pada Starla."Aku? AKu hanya akan membawa wanita ini bersamaku," jawab Lion santai. Dia tersenyum miring menatap Lion yang berusaha menerobos dua preman yang dia bawa untuk melindunginya."Nggak! Lepasin Starla! Perjanjian kita batal! Aku nggak mau kamu bawa dia, bajingan!" seru Bima."Aku bajingan? Haha! Kamu pikir siapa yang menjual kekasihnya u
Read more
DMCA.com Protection Status