Share

Bagian 7

Mulai hari itu, aku mencoba merubah sikap. Dari yang semula urakan menjadi pendiam.

Jangan ditanya bagaimana beratnya! Aku sungguh tersiksa dengan ini semua.

Apalagi, saat Yuda menggodaku dengan berbagai macam kalimat yang menjengkelkan. Sungguh! mulut ini rasanya ingin berteriak. Terkadang malah terlanjur teriak walaupun cuma satu kata. Namun, urung karena sadar harus merubah diri demi mendapatkan hati Doni.

Apakah aku mampu menaklukkan hati Doni?

Pertanyaan itu selalu hadir menghantui pikiran.

Suatu ketika, aku berada di perpustakaan. Mencari referensi buku untuk daftar pustaka skripsi. Di sana masih sepi.

Namun, ada sesosok mahluk yang membuat bulu kudukku merinding.

Dia duduk dengan anggun menghadap setumpuk buku. Menyadari ada suara langkah yang mampir di telinganya, makhluk itu menatapku. Senyum tersungging dari bibir tipisnya. Ah,

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status