PERSUGIHAN

PERSUGIHAN

Oleh:  ANGELA HIKARU  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.8
Belum ada penilaian
149Bab
272.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Jika selama ini, pelaris bakso mengunakan pakaian dalam yang dimasak dengan kuah bakso untuk mendapatkan banyak pembeli. maka berbeda dengan pasutri bernama Herman dan Lala. mereka menggunakan hasil dari lendir dalam hubungan badan untuk bumbu kuah bakso. dengan menumbalkan Narnia sebagai pelaris makanan yang di gilir oleh para pria setiap malam.dapatkah Narnia sadar daengan apa yang menimpahnya setiap malam dan bebas dari tumbal persugihan bakso yang di lakukan oleh kedua orang tua tirinya.

Lihat lebih banyak
PERSUGIHAN Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
149 Bab
1
Ping… Sebuah pesan w******p masuk ke ponsel salah satu gadis cantik yang kini duduk di kelas 2 SMA di salah satu sekolah favorit di Bandung. Gadis itu sedang rebahan di atas kasur kontrakan yang berukuran singel dengan ruangan bernuasa pink dengan motif hello kitty menghiasi semua dinding kamar kontrakan. Yang merupakan motif kesukaan gadis itu, Serta berapa boneka hello kitty menghiasi atas ranjang tersebut. termasuk berapa poster bayband Korea menempel di setiap dinding. Gadis cantik dengan rambut hitam panjang sepinggang itu bernama Narnia. Narnia berusaha meraba-raba keberadaan ponsel di samping tubuhnya, untuk mengecek siapa yang mengirimkan pesan untuknya yang menganggu waktu bermalas-malasan di saat liburan sekolah. Setelah mendapatkan ponsel tersebut, Narnia membuka kedua matanya dengan malas. Tombol kunci di layar ponsel di buka dengan gesekan jemari dan ia menekan tombol hijau whatxx untuk melihat siapa yang mengirimkan pesan
Baca selengkapnya
2
Ardi masih tidak setuju, walau ia tidak terlibat dalam persugihan makanan yang di lakukan keluarganya. Karena ia tidak suka kamarnya di berikan kepada orang lain dan akan menyusahkannya untuk pulang malam secara diam-diam. Melihat tingkah Ardi yang masih keras kepala, Herman langsung bersuara.   “Ardi, ini demi keselamatan kita semua. Kamu pasti tidak mau kan hidup di kolong jembatan dan selalu di hina orang,” ujar Herman yang membujuk Ardi yang masih keras kepala saat ini. Ardi mendengus kesal dengan ancaman ayahnya. “Berapa lama?” tanya Ardi dengan wajah kesalnya. Ketiganya saling melihat satu sama lain. “Mungkin berapa hari atau berapa tahun, sampai ia tidak bisa di gunakan lagi untuk persugihan ini,” jelas Herman. Wajah Ardi menghitam. “Aku saja ikhlas dengan menyerahkan kamarku yang mewah kepadamu, Kenapa kau tidak ikhlas dengan menyerahkan kamarmu untuk Narnia. Padahal kamarmu itu tidak ada apa-apanya di
Baca selengkapnya
3
Pria itu tersenyum melihat siapa yang menabraknya dan juga merupakan target untuk di kuras lendirnya untuk kedepan. “Tidak apa-apa, aku yang salah. Jalan tidak lihat-lihat dengan teliti,” alasan Adam. Karena sejak awal, Adam sudah ingin melihat seperti apa tampang Narnia yang akan menjadi tumbal persugihan selanjutnya. Sehingga tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Adam mengikuti mereka dari belakang secara diam-diam dan hasilnya tidak mengecewakan sama sekali. Pantas saja, dukun Joko mengatakan Narnia memang cocok untuk ikut persugihan ini dan bakal laris manis. Narnia masih meminta maaf dan mengeluarkan tisu untuk membantu Adam membersihkan noda ice cream coklat di kemeja putihnya. “Lo Adam, kamu di sini?” tanya Herman yang kaget sekaligus curiga dengan keberadaan Adam yang di anggap tidak wajar sama sekali. “Iya, aku kan tinggal dekat sini!” alasan Adam. Narnia melihat ke arah Herman dan ke arah Adam secara bergantian. “Na
Baca selengkapnya
4
“Aku tahu, lagian aku juga tidak mau hidup dalam kemiskinan!” balas Ardi kentus. Lala yang lega, langsung bergegas pergi dari hadapan Ardi. Ardi melihat kepergian ibunya dengan terburu-buru dan ia langsung masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Narnia yang berjalan menuruni anak tangga dengan pakaian mengoda imam. Tang top ketat yang membungkus kedua buah kembar yang besar dan menampakkan lekuk tubuh di sertai celana denim yang pendek yang membelah belahan bawah dan sekaligus menampakkan kedua paha yang putih. Ardi menelan saliva dengan kasar, ia tidak menyangka akan ketemu dengan Narnia yang merupakan wanita yang pernah ia lecehkan di Bandung dan sialnya. Narnia yang di maksud kedua orang tuanya. Ternyata Narnia yang ini yang sedang di hadapannya. “Kau?” pekik Narnia histeris. “Wah!” balas Ardi dengan santainya. “Kenapa kau di sini?” tanya Narnia bersedekap pinggang. “Ini rumahku, wajar aku di sini?” balas Ardi yang jalan
Baca selengkapnya
5
“Benar-benar sial, kenapa harus dia sih yang melakukannya!” gerutu Narnia yang tidak terima atas apa yang di lakukan oleh Ardi padanya barusan. yang memainkan menyusupkan dua jemari di intinya di bawah meja dan untungnya tidak ada yang sadar dengan apa yang di lakukan oleh Ardi. Jika tidak, mau taruh di mana wajahnya kali ini di depan tamu banyak dan tentunya di depan Adam yang kini menarik perhatiannya. "Adam..." gumam Narnia dengan nada suara merdunya. Narnia menutup matanya, sambil membayangkan yang memainkan intinya adalah jemari Adam. Seketika wajahnya langsung memanas dan intinya berdenyut kencang untuk meminta di puaskan oleh benda tumpul milik Adam. “Aduh… apa-apain sih, sampai berhayal seperti ini!” celoteh Narnia dengan suara pelan sambil menyentuh intinya yang berdenyut. Tidak ingin berlama-lama, Narnia memakai pakaiannya kembali. Ia segera kembali ke tempat duduknya seperti biasa. Bergabung dengan yang lain dan menyantap makanan yang sudah
Baca selengkapnya
6
Selama di sekolah, Narnia berdebar-debar melihat Adam bersama seorang wanita yang merupakan kekasih Adam. Selain itu, Narnia berapa kali mendapatkan Adam bersetubuh dengan berbagai wanita di salah satu tempat secara diam-diam tanpa ketahuan kekasih Adam.Sejak itu, pikiran Narnia mulai binal dan sering berhayal ageda erotis. Karena pengaruh ilmu pelet dan sekaligus karena proses dewasa mencari jati diri.“Adam…”gumam Narnia pelan. Ketika memejamkan matanya, bayang-bayang Adam menghiasi pikiran dan hatinya semakin mendalam.“Aku menginginkan sentuhan, ingin seperti para wanita lain yang di sentuh oleh Adam. Walau hanya menjadi simpanan,” ucap Narnia dengan suara pelan setiap kali melihat kelakuan Adam yang berganti wanita dan melihat para wanita begitu terpuaskan dengan bokong bergerak bersama-sama mengejar kepuasan.Adam yang tahu, dirinya di perhatikan oleh Narnia. Mulai tersenyum puas, ia akan membuat Narnia semakin berhay
Baca selengkapnya
7
Sentuhan demi sentuhan, membuat Narnia mendesah dengan kuat, ia tidak bisa lagi menahan desahan manja yang selalu lepas dari bibirnya.Sambil meliuk-liuk tubuhnya, Narnia terus bertahan dan menikmati sentuhan tersebut. Merasakan sentuhan Adam yang sesuai dengan fantasi nakalnya selama ini. yang diam-diam ia pikirkan di dalam hati. yang kini menjadi kenyataan dalam mimpi. tentu saja tidak akan di sia-siakan oleh Narnia.Berapa saat kemudian, Narnia merasakan sesuatu memasuki bagian dalam sensitifnya. Sesuatu yang keras dan besar. Rasa sakit menyebar kesemua organ tubuh. Narnia mengeluarkan air mata akibat kesakitan yang terus masuk ke dalam secara kasar tanpa ada kelembutan sedikitpun. Seolah telah menebus kelembutan tipis yang menjadi mahkota berharga setiap wanita.“Sakit....” teriak Narnia melupakan rasa perih bercampur nikmat yang luar biasa. dari gerakkan yang tiada ampun untuknya. Gerakkan yang menghentak bagian bawahnya semakin kuat dan kasar.
Baca selengkapnya
8
Herman menatapi kepergian Adam, kemudian langsung mengambil gunting di laci untuk memotong sprai yang ada berapa bagian yang basah bercampur noda merah yang seperti kelopak bunga mawar. Sisa pemotongan sprai, langsung di bakar oleh Herman di tempat pembuangan sampah. Sedangkan Lala menyiapkan kuah panas mendidih di salah satu panci bakso berukuran besar. Melihat jam sudah jam 2 malam dan sesuai instruksi dari dukun Joko. Herman manaruh kain basah berserta kain segitiga yang sudah di sobek ke dalam panci bakso dan memasaknya di atas kompor selama sejam. Agar semua air bening di kain bisa terlepas dari kain tersebut. Jam menunjukan jam tiga malam, kompor di matikan dan panci itu di simpan dengan hati-hati di salah satu gudang penyimpanan barang. Untuk menghindari kecurigaan para pembantu yang bekerja di pagi hari untuk bersih-bersih rumah dan memasak. Setelah semuanya beres, Herman dan Lala kembali ke kamar seperti tidak terjadi apapun. Termasuk si anak
Baca selengkapnya
9
Perlahan-lahan Narnia merasa tubuhnya dingin, hingga bulu-bulu halus di tangan dan pundak berdiri. Rasa ini membuat Narnia gelisah, ia sempat mengeliat kecil di atas ranjang sembari merasakan sentuhan tipis demi sentuhan. walau hanya hayalan. Di atas ranjang, Narnia semakin tidak karuan. Seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki sangat geli. seakan-akan ada yang menyentuhnya. Narnia mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri, dengan hayalannya ke Adam yang sangat ini berada di atas tubuhnya dan atau pria lain yang lebih hebat dari Adam. Yang mampu memuaskan tubuhnya saat ini. "Kenapa malah berhayal ke Adam sih," gerutu Narnia yang berusaha tidur. Tapi ia sempat berhayal betapa hebatnya pria lain selain Adam di atas tubuhnya. Bukan tanpa alasan Narnia sering berhayal yang seperti itu. Sejak ia melihat Adam melakukannya dengan berapa wanita di belakang kekasihnya di tambah dengan banyaknya bisikkan di dalam kepalanya. Narnia masih
Baca selengkapnya
10
Pria itu menaikkan kecepatan hentakkan semakin kuat dan kasar. Kedua tangan kasar pria itu memainkan kedua buah kembar NArnia yang bergantung dengan remasan dan menarik ujungnya dengan jemari. untuk semakin memberikan rangsangan untuk Narnia yang kini menikmati persetubuhan. "Gila, ini benar-benar terjadi? Bagaimana bisa," batin Narnia bertanya-tanya dalam hati. karena hayalannya menjadi kenyataan. Untuk membuktikan hayalannya, Narnia berhayal. Bagaimana jika hentakkan selanjutnya menembus rahimnya kembali. Hentakkan pria di belakang semakin kuat. Satu tangannya menarik rambut belakang Narnia dan satu tangan tangannya memasukkan satu obat ke dalam mulut Narnia. Saat Narnia mendesah dengan mulut terbuka. Hentakkan terakhir menembus bibir rahim. Jeritan kesakitan dan pil obat tertelan oleh Narnia secara bersamaan. "Sakit," pekik Narnia kesakitan saat merasakan barang keras tidak bergerak lagi di dalam tubuhnya. Pria itu tersenyum jahat,
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status