Apa Dampak Psikologis Selingkuh Bersama Anak Lelakiku?
2026-07-06 16:38:21
14
متابعة1
مشاركة
SoreYuk
Penjelajah Genre
Desainer
اختبار شخصية ABO
أجب عن اختبار سريع لاكتشاف ما إذا كنت Alpha أم Beta أم Omega.
الرائحة
الشخصية
نمط الحب المثالي
الرغبة الخفية
جانبك المظلم
ابدأ الاختبار
4 الإجابات
Weston
Teman Baca
Tukang
Dulu sempat baca penelitian tentang anak korban broken home, dan satu temuan yang ngena banget: anak laki-laki cenderung memendam emosi lebih dalam daripada perempuan dalam kasus perselingkuhan orang tua. Mereka jarang nangis atau ngomong langsung, tapi kelakuannya berubah—dari yang biasanya aktif di sekolah tiba-tiba acuh, atau malah jadi aggressive. Ini semacam coping mechanism karena mereka ngerasa ‘gak boleh lemah’. Tragisnya, banyak yang akhirnya menginternalisasi pola hubungan toxic ini dan tanpa sadar mengulanginya di kehidupan dewasa mereka, kayak lingkaran setan.
2026-07-10 02:54:56
0
Lydia
Pengamat
Editor
Cerita dari komunitas diskusi online: ada member curhat tentang adiknya yang ketauan ibunya selingkuh. Sampe sekarang, 10 tahun setelah kejadian, doi masih nolak hubungan serius dengan siapapun—always ghosting pas udah deket. Kata psikolog yang dia datengin, itu bentuk defense mechanism karena trauma ‘ditinggal’ secara emosional waktu kecil. Yang bikin ngeri, efeknya bisa sampe segitunya.
2026-07-10 10:39:12
1
Tate
Pembaca Aktif
Kasir
Pernah ngobrol sama teman yang psikolog tentang dinamika keluarga, dan dia bilang selingkuh dalam hubungan yang melibatkan anak itu kayak gempa bumi—fondasinya retak, dan semua yang berdiri di atasnya ikut goyah. Anak laki-laki, apalagi kalau masih remaja, bisa bingung banget antara loyalitas ke orang tua vs rasa marah karena dikhianati. Mereka mungkin jadi nggak percaya sama konsep hubungan sehat, atau malah overprotective sama pasangannya sendiri kelak. Yang paling nyesek? Rasa dikhianatinya sering lebih dalam dari yang kita kira, karena mereka merasa ‘dipaksa’ memilih sisi tanpa persiapan.
Di sisi lain, ada juga kasus di mana anak justru jadi ‘penengah’ atau bahkan membela pihak yang selingkuh karena alasan emosional tertentu. Tapi efek jangka panjangnya tetep aja berat—trust issues, ketakutan akan komitmen, atau bahkan kebencian terselubung yang muncul bertahun-tahun kemudian.
2026-07-11 08:55:01
1
Michael
Pencerah
Agen
Aku inget satu episode di podcast parenting yang bahas soal ini. Narasumbernya bilang, dampaknya bisa beda-beda tergantung usia anak. Kalau masih kecil, mereka mungkin nggak fully grasp situasinya, tapi bisa ngerasa tension di rumah kayak ada sesuatu yang ‘pecah’. Untuk anak lelaki dewasa, reaksinya lebih kompleks: ada yang jadi sinis (‘Nikah toh akhirnya begini juga’), ada yang malah mencoba ‘menyelamatkan’ hubungan orang tuanya dengan jadi terlalu ikut campur. Yang paling sering muncul itu perasaan ‘kehilangan panutan’—figur ayah/ibunya tiba-tiba terlihat hipokrit di mata mereka.
2026-07-12 15:40:21
1
عرض جميع الإجابات
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الكتب ذات الصلة
Selingkuhan Suamiku Pacar Anakku
putrimaharani
0
15.9K
Bagi suamiku Anak kuliah itu bukanlah anak dari selingkuhannya, melainkan kepadanyalah dia berselingkuh.
"Mereka selalu menyebut kami pasangan yang serasi, ketika diluar kami terlihat sangat harmonis. Kami saling mendukung satu sama lain, rumah tangga kami membuat semua orang iri. Aku memiliki suami yang begitu perhatian dan layak untuk dibanggakan karena dia adalah seorang PNS, akan tetapi semua sirna setelah dia mengenal gadis kuliahan itu. Lebih tepatnya dia adalah pacar dari anak lelakiku."
Ayah pergi dari rumah sejak aku berusia 10tahun. dan aku tidak pernah bertemu dengan nya sampai sekarang. dia hanya mengirimkan uang setiap bulan sebagai tanggung jawab nya pada kami.
Hingga suatu hari terjadi kecelakaan dan membuka rahasia yang selama ini tidak aku tahu. ternyata selama ini aku adalah anak.........
Anakku Jadi Saksi Perselingkuhan Suamiku sama Sahabatku
Pramidita
6
8.6K
Di malam perayaan pernikahanku yang kelima dengan Lionel, dia meniduri sahabatku, Regina, di ranjang kami.
Terdengar suara anak-anak melalui kamera.
"Tante Regina, aku akan menjaga pintu. Aku nggak akan membiarkan ibuku masuk!"
Regina menghadiahi Lionel sebuah ciuman. "Putramu pintar. Kamu nggak pertimbangkan untuk punya anak lagi dengan Ivana?"
Lionel menutupi wajahnya dengan bantal.
Dia berkata, "Aku mual melihat bekas luka di perutnya."
Hati Sekar hancur sehancur-hancurnya, disaat tahu suaminya selingkuh dengan orang yang sangat dekat dengannya. Seorang wanita yang ia perhatikan dan perdulikan karena merasa dia sangat berjasa dengan keluarga nya.
Namun dengan mudahnya sang suami bilang khilaf dan meminta maaf atas segala kesalahannya yang sudah menduakan sang istri dengan wanita lain. Yang sangat gila nya ... selingkuhan itu punya suami yang masih menafkahi dia! mau tahu kelanjutannya??
Bagaimana perasaan mu jika suami yang sangat kamu cintai malah berselingkuh dengan adikmu sendiri ? Pasti sungguh menyakitkan bukan ? Itulah yang aku alami saat ini.
Berawal dari terungkapnya perselingkuhan antara suami dan adik kandungku sendiri yang membuat hidupku menjadi di liputi oleh rasa kecewa dan sakit hati. Ingin pergi namun tak bisa karena anak yang menjadi alasan utamaku, namun walaupun aku tetap bertahan, aku mempunyai taktik jitu agar dalam kisah ini aku yang tetap menjadi pemenangnya.
Penasaran dengan kisah nya ?
Yuk baca kisah selengkapnya
Happy reading guys
Bagaimana jika kau berselingkuh dengan ayah tiri mu sendiri, hanya untuk membalas dendam atas kehancuran yang dia buat kepada keluarga yang sangat kau sayangi. Karena dia tiba-tiba datang menggoda ibu dan merebutnya dari ayah kandung mu.
Ada momen dalam hidup di mana kita harus menghadapi kenyataan pahit seperti ini. Sebagai orang tua, rasanya seperti dunia runtuh ketika mengetahui anak terlibat perselingkuhan. Pertama, tenangkan diri sebelum berbicara dengannya. Emosi tinggi hanya akan memperkeruh situasi.
Cobalah memahami penyebabnya tanpa langsung menghakimi. Mungkin ada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam hubungannya. Diskusikan konsekuensi jangka panjang dari tindakannya, bukan sekadar moralitas. Terkadang, anak perlu diingatkan bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan, tapi juga tanggung jawab.
Pernah mengalami momen di mana tontonan keluarga justru jadi bahan diskusi serius dengan anak? Baru-baru ini, adegan perselingkuhan di 'This Is Us' memicu obrolan tak terduga dengan anak sulungku yang berusia 15 tahun. Alih-alih menghindar, kubuka ruang untuknya bertanya tentang kompleksitas hubungan manusia.
Dari situ, kami justru menemukan cerita inspiratif tentang bagaimana tokoh utama memperbaiki kesalahan. Anakku malah belajar tentang tanggung jawab dan konsekuensi - pelajaran hidup yang lebih berharga daripada sekadar teori di buku pelajaran. Diskusi spontan itu membuktikan bahwa konten 'dewasa' bisa jadi media pembelajaran jika dikelola dengan bijak.
Pernah menemukan cerita yang bikin merinding karena terlalu nyentuh realita? 'The Boy Next Door' itu film yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Plotnya tentang ibu single yang terlibat affair dengan remaja tetangga, dan drama yang muncul setelah anaknya sendiri mulai curiga. Film ini nggak cuma ngangkat tema perselingkuhan, tapi juga eksplorasi dinamika keluarga yang ambruk karena rahasia gelap.
Yang menarik, konflik emosional antara ibu dan anak lelakinya digarap dengan cukup dalam. Adegan-adegan tense dimana sang anak berusaha memahami mengapa ibunya berubah, lalu perlahan menyadari kebenaran pahit itu—rasanya kayak ditampar realita. Meski endingnya agak cliché, tapi film ini sukses bikin ngebayangin 'gimana kalau ini terjadi di lingkungan kita sendiri?'
Ada kalanya hubungan keluarga menghadapi ujian berat, dan perselingkuhan adalah salah satu yang paling menyakitkan. Jika ini terjadi dengan anak lelaki, langkah pertama adalah mengakui kesalahan tanpa berusaha membenarkan diri. Cobalah bicara dari hati ke hati, tapi jangan memaksakan pertemuan jika emosinya masih tinggi. Beri ruang untuk marah dan kecewa—itu haknya. Aku pernah melihat teman dekat melalui fase ini, dan kuncinya adalah konsistensi dalam menunjukkan penyesalan lewat tindakan, bukan sekadar kata-kata.
Hal yang sering terlupakan: jangan menjadikan anak sebagai tempat pelarian emosional. Carilah terapis atau kelompok pendukung untuk memproses perasaanmu sendiri terlebih dahulu. Rekonsiliasi butuh waktu bertahun-tahun, tapi dengan kesabaran dan transparansi, beberapa keluarga justru menemukan dinamika baru yang lebih jujur.
Percayalah, persoalan ini lebih kompleks daripada sekadar 'melindungi' keluarga. Aku pernah melihat kasus serupa di lingkaran pertemananku, dan kuncinya ada pada komunikasi yang jujur tanpa menghakimi. Mulailah dengan membangun dialog terbuka tentang nilai-nilai hubungan sehat, bukan sekadar memberi ceramah. Anak lelaki perlu memahami konsekuensi emosional dari perselingkuhan melalui contoh nyata—bukan ancaman.
Fokuskan juga pada menciptakan iklim rumah yang hangat. Keluarga yang menghabiskan waktu berkualitas bersama (seperti ritual menonton film atau jalan-jalan akhir pekan) cenderung lebih kebal terhadap godaan luar. Tunjukkan padanya bagaimana menghargai komitmen melalui tindakan sehari-hari, bukan teori.