LOGIN
" Da , Lo jadi ikut outing ga?" bisik sisil rekan kerja ku
" Jadi, aku menulis di kertas sebagai jawaban" "bisa bahas nanti kan, kita lagi meeting" di jawab sama cengiran yang bikin kesel. "Rapat hari ini saya sudahi, dan saya mau laporan dari setiap divisi ada di meja saya sore ini" tegas pak arif sang CEO yang kayak kulkas 7pintu itu. ydan di jawab anggukan oleh semua orang yang hadir. "Aida, kamu ikut saya sekarang". ucap nya dingin "aida kamu dengar saya tidak? hah!!! gimana perusahaan mau maju kalau karyawan bengong terus seperti ini. lanjut nya. " i..ya pak" jawab ku gugup. ngapain sih nih kulkas 7 pintu nyuruh gw datang ke ruangan nya tumben tumbenan , ucapku dalam hati. aku mengikuti pak arif ke ruangan nya. Aida, mulai besok kamu jadi asisten saya menggantikan nurma yang akan cuti melahirkan. "apa saya ga salah dengar pak? kan banyak anak anak lain yang lebih qualitied di banding saya pak" aku berargumen "saya mau nya kamu, jadi mulai besok kamu belajar sama nurma dan ambil alih kerjaan dia" ucap nya 'kalau saya ga mau?" tanya ku "silahkan ajukan pengunduran diri ke HRD " jawab nya ketus. "semena mena banget sih dia,mentang mentang dia bos bisa seenak nya aja' umpat ku pelan "saya dengar apa aida" jawab nya cepat "saya tidak meminta pendapat dari kamu. saya yang menentukan di sini" lanjut nya. "semua orang memimpikan aida, kamu malah ga mau, dasar wanita aneh " desis nya "saya dengar pak, maksud bapak aneh itu apa? bapak kali yang aneh" sungut ku. bodo amat dah mau di pecat ya udah pecat aja punya CEO gini amat sih batin ku. "pokok nya mulai besok kamu ambil alih kerjaan nurma, ini perintah dari saya dan kamu harus ikuti". ucap nya tegas "silahkan kamu kembali ke meja kamu, bereskan pekerjaan karena mulai besok kamu akan pindah ke ruangan ini" lanjut nya "saya permisi pak" ucapku lemas "kalau aku ga butuh uang buat pengobatan bapak, aku sudah resign saja" harus ketemu kulkas 7pintu setiap saat, ya Allah berat banget ini cobaan" ucapku dalam hati " woi,kenapa lo? keliatan lemes? habis ngapain lo dari ruangan si kulkas itu?lo ga di apa apain kan? lo baik baik aja kan? sisil membombari pertanyaaan.. " loe bisa diem ga sih? gw pusing banget sil, ujar ku setengah terisak. "lo di lamar ya ma tuh kulkas? ucap nya sambil nyengir. " buat lo aja tuh si kulkas" sungut ku " lo yakin ga nyesel " ujar nya sambil ngedipin mata nya. aku melempar kalender meja ke arah sisil. 'aida, saya suruh kamu untuk beresin semua kerjaan dan file file kamu". bentak seseorang. Ya Tuhan si kulkas sudah berdiri sambil memegang kalender yang tadi aku lempar ke sisil. "kamu mau saya bantuin beres beres file nya?" ucapnya ketus. " baik pak, saya kerjain sekarang" cicit ku " dalam 1jam kamu ke ruangan saya, saya mau.jelasin tugas kamu" ucap nya tegas. "siap pak" jawabku sisil mendekati setelah kulkas 7pintu itu pergi "lo jelasin ke gw ada apa ini?" ujar nya " mulai besok gw jadi asisten tuh kulkas gantiin mba nurma yang mau cuti melahirkan". puas lo jawab ku dengan kesal. "OMG... serius lo? gw seneng banget denger nya sambil menjawil dagu.. "woi temen temen semua mulai besok rekan kita tercintah ini jadi asisten Pak CEO " teriak sisil "serius da, selamat ya , siapa tahu itu kulkas bisa cair kalau sama lo" ucap santi "traktir kita dong da, kan lo dah naik jabatan" samber diana. yang di acungin jempol sama semua rekan rekan yang lain. "lo pada senang ya liat gw menderita" ucap ku sambil mencebik "saya sudah booking restoran ayce jam 6. kalian pulang kerja bisa langsung kesana" ucap seseorang dari belakang ku. semua nya berbalik dengan muka kaget nya. 'kenapa kalian lihatin saya seperti itu?"lanjut nya. "ini hadiah dari saya untuk kalian sekaligus merayakan aida jadi asisten saya" lanjut nya "terima kasih pak arif" ucap ku dengan malas. yang di balas anggukan oleh pak arif sambil dia.kembali ke ruangan nya. " terima kasih teman ku yang cantik, sering sering saja seperti ini " ucap sisil sambil memeluk ku "apapun yang terjadi besok terjadilah, yang penting malam ini kita happy, perut kenyang" ujarku sambil.mengkedip kedipan mata. "setuju" jawab semua sekarang kita lanjut kan kerja biar cepat pulang lanjut ku. aku melanjutkan membereskan file yang besok pagi ku bawa pindah ke ruangan pak CEO kulkas. walaupun dia bak kulkas 7pintu tapi hati nya baik. bukti nya dia mentraktir bagian divisi aku.. "da,lo dah kelar lom?" ujar sisil. sini gw bantuin biar cepat, habis ini kita kan mau langsung ke restoran. "dikit lagi sil. tolong matiin pc sil ucap ku "akhir nya kelar juga gumam ku.. " Ayo sil, gw udah kelar nih" ujar ku sambil.menggandeng tangan nya. "siap bu bos" dengan cengiran khas nya sisil " da, sil... lo pada mau ikut kita apa sama danu?" teriak santi. tp kalian duduk di atas kalau mau ikut kita, udah penuh lanjut nya ' ye... dasar kunti ngapain nawarin" cebik sisil " kita bareng danu aja , siapa tahu ketularan pinter kita" lanjut sisil yang di balas anggukan oleh ku. yang di omongin cuma diem bae sambil senyam senyum. "sil,lo di depan sama Danu, lo kira dia sopir ucap ku sambil.membuka pintu belakang. " ga apa apa kok kalau kalian mau di belakang, its ok' kata Danu. tumben tumbenan ni anak ada suara nya. biasa nya cuma mesam mesem doang. "udah ga apa apa nu, sisil biar ketularan pinter lo, biar dia ga tulatit terus" ucap ku sambil tertawa. " tapi lo ga grogi kan nu kalau gw di depan? entar tiba tiba lo pingsan lagi pas lagi nyetir, kan repot " ledek sisil. " nggak sil, aku sekarang udah ga grogi lagi kalau sama cewek, kan aku udah ikutin instruksi kamu waktu itu, jawab danu dengan polos nya. aku melirik sisil yang lagi nyengir. "udah entar gw ceritain sekarang kita jalan nu, ntar telat lagi" sisil menyela saat aku akan bertanya sama danu " siap tuan putri " jawab danu dengan santai " Nu, lo udah bisa ngegombal juga? jangan bilang dia juga yang ngajarin? tunjuk ku ke sisil... " hehe gitu deh da, aku kan cuma ikutin kata suhu" ujar nya " Ya Allah sisil, lo ajarin danu apa aja hah! sentak ku. awas aja kalau sampai danu melenceng ' tenang da, aku masih waras kok, tahu mana yang harus di ikutin mana yang enggak" jawab danu " syukur deh kalau gitu, kalau sampai cewek satu ini ngajarin lo yang nggak nggak lo bilang gw ya nu' lanjut ku yang di balas pelototan mata dari sisil. " halah sok perhatian aja nu dia, kalau lo curhat juga mana sempat dia dengerin, dia udah sibuk sama pak Arif" ledek sisil. yang di jawab anggukan sama danu. " hayu cepatan ih danu, kamu ngapain aja? teriak sisil. i... ya sil ini aku ambil hp ketinggalan ucap danu. " ke lantai 3 kan? danu bertanya ketika masuk lift. yang di jawab anggukan oleh ku. ' Nu, lo ganteng sebenar nya, lo jadian aja ma sisil kayak cocok. yang satu pendiam, satu nya pecicilan" ucapku yang di balas toyoran di kepala sama sisil. yang aku balas dengan memanjat kan doa. Ya Allah semoga mereka berdua berjodoh amin" ucapku sambil.mengusap muka dengan kedua telapak tangan. sisil bersiap siap untuk menoyor lagi tapi pintu lif terbuka dan aku langsung kaluar pura pura mencari teman teman. danu hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kami. "" sesampai nya di kamar hotel, aku cepat cepat membuka sepatu dan memijit kaki yang pegal." " kenapa yang?" " aku salah pake sepatu nih... pegel banget mana jadi sakit di kaki." " ya udah besok kita mampir beli sneaker biar ga ganggu acara honeymoon kita. atau mau di kamar aja" goda mas arif " aku hanya mencebik" " malam ini tidur ya, ga ada lembur lembur. tadi kan udah dapat jatah. aku mau lihat paris besok!" tegas ku " aww galak beud bini abang" mas arif mencolek dagu ku " aku merebahkan tubuh di tempat tidur, mematikan lampu tidur dan mulai menarik selimut." " sayang... masa aku di tinggalin bobo sih." rengek mas arif
* setelah kami masuk kamar. aku langsung menuju tempat tidur dan merebahkan diri" " ah empuk nya" " gimana yang, kamu suka kamar nya?" " suka banget mas." " sengaja aku pesan ini biar kamu betah di kamar terus, biar kita kuda kudaan terus" bisik nya hampir tak terdengar " ih... " aku mencubit lengan nya dan berdiri menuju ke jendela " bagus banget kan pemandangan nya dari sini?" ucapnya sambil.memeluku dari belakang " aku hanya.mengangguk" " mas arif terus menciumi leher ku"
" mas di paris sekarang lagi musim apa?" " lagi musim semi kek nya yang, kenapa?" " berarti ok ya, jaket tebal cuma 1 doang" " semi nya lebih ke hangat sih yang... ya udah nanti kalau kurang beli aja" " siap bos" ucapku sambil mencium nya " aku mengecek semua nya termasuk document perjalanan.setelah yakin semua nya sudah ok, kami pun keluar dari kamar untuk bergabung dengan yang lain nya." " ma, pa terima kasih ya kado hon
" kami sampai di hotel sekitar jam 1pagi." " sesampai di kamar aku langsung membersihkan tangan dan kaki dan berganti baju piyama untuk bersiap untuk tidur karena besok pagi kami harus check out." " yang....." mas arif memeluk tubuhku yang sudah rebahan di kasur " tidur ya mas kali ini ga ada kegiatan apapun! bisa bisa mama datang kesini kalau besok pagi kita belum sampai rumah." " mas arif hanya mengangguk pasrah. dan kami pun tertidur" " aku terbangun karena bunyi alarm dari hp. waktu menunjukan pukul 7pagi." " lebih baik aku mandi dulu baru bangunin mas arif" gumam ku
aku terbangun karena bunyi hp. "mas, hp nya bunyi terus itu", aku membangunkan mas arif " hmmm, angkat aja yang.." jawab nya dengan masih merem. " nanti kalau urusan kerjaan gimana? angkat dulu aja mas"ucapku sambil terus menepuk pundak nya. " ya udah ambilin dong hp nya yang." " mas, mama yang telpon! " sambil ku berikan hp pada mas arif " halo ma, ada apaan sih? ganggu aja!" " arif..... apaan sih kamu!!!! kenapa masih belum pulang????" teriak mama
POV ARIF aku terbangun karena bunyi airphone hotel "selamat sore pak arif,.kami mau menkonfirmasi apa akan di lanjutan menginapnya? suara di sebrang airphone bertanya " ooo baik, saya lanjutkan 2malam lagi" " baik kalau begitu. apa bapak ada perlu.makanan di antar ke kamar? " boleh, kamu tolong kirim jus jambu merah dan steak juga wine ." " baik pak, akan kami antar segera. terimakasih selamat sore pak" " sore" aku menutup airphone. kemudian aku mengambil jam di atas nakas, omg ternyata sudah jam 5. " aku mengecup kening istri ku yang masih terlelap." " aku terus memandangi wajah istri ku yang terlihat lelah tapi mampu membangkitkan gairah kelelakian ku. melihat bibir m
" pagi bu,,...." ucapku sambil mengambil gelas " ibu masak dari jam berapa? udah kelar aja jam segini?" sambil mencomot bakwan goreng " lagi banyak jahitan da, jadi ibu masak sekalian buat siang."
"kok ica bisa akrab gitu sih syah sama aida?" " ga tahu rif, padahal baru 2x ketemu" " itu tanda nya dia cocok ma kamu rif, bukti nya ica aja nyaman sama d
"da," " iya pak," aku mendekat ke ranjang pak arif " mau minum" " ini pak, aku mendekatkan gelas dengan sedotan
" akhir nya selesai juga " aku merentangkan tangan " tiba tiba ponsel berbunyi dan itu telpon dari sisil" "{ da, gimana keadaan pak arif} { masih belum tahu si







