Apa Saja Contoh Gambar Kubisme Yang Terkenal Di Dunia Seni?
2026-06-08 00:40:28
129
Follow9
Share
TimPaham
Pembaca
Dokter
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Scent
Personality
Ideal Love Pattern
Secret Desire
Your Dark Side
Start Test
4 Answers
Quincy
Pemberi Rekomendasi
Mahasiswa
Marc Chagall sebenarnya lebih dikenal dengan gaya surealisnya, tapi 'The Poet Reclining' (1915)-nya itu contoh kubisme dengan sentuhan personal. Aku suka cara Chagall memadukan elemen kubisme geometris dengan imajinasi khasnya. Lukisan ini kayak mimpi yang dipecah-pecah jadi bentuk persegi dan segitiga, tapi tetap punya emotional depth yang kuat.
2026-06-11 16:43:21
12
Natalie
Rekomender
Kasir
Kalau mau liat kubisme dalam bentuk lebih 'kalem', cek 'Ma Jolie' (1911-1912) karya Picasso. Awalnya gue nggak ngerti ini lukisan apa, tapi setelah baca-baca, ternyata ini portrait kekasihnya yang disusun dari bentuk-bentuk sederhana. Yang bikin menarik, ada subtle musical elements kayak stave musik yang diselipin. Ini nunjukin fase 'Analytical Cubism' dimana seniman kayak Picasso dan Braque mulai eksperimen dengan monochromatic palette dan fragmented objects.
2026-06-11 21:53:57
4
Uma
Pembaca Aktif
Bankir
Pernah lihat lukisan yang seolah memecah realitas jadi bentuk geometris? Karya Pablo Picasso seperti 'Les Demoiselles d'Avignon' (1907) itu pionirnya! Lukisan ini ngejutin dunia seni karena wajah dan tubuh perempuan digambarin pake sudut tajam dan perspektif aneh. Gue selalu kepikiran gimana Picasso berani ngebreak aturan realisme begitu.
Lalu ada 'Guernica' (1937)-nya juga, yang lebih kompleks. Ini lukisan anti-perang penuh simbolisme kubisme. Yang keren, tiap fragmen ceritain penderitaan berbeda. Karya Braque kayak 'Violin and Candlestick' (1910) juga iconic banget, nunjukin gimana benda sehari-hari bisa di-dekonstruksi jadi bentuk abstrak.
2026-06-13 17:25:45
5
Gregory
Pecinta Buku
Desainer
Juan Gris itu underrated banget di dunia kubisme! 'The Bottle of Anís del Mono' (1914)-nya tuh masterpiece. Dia mainin tekstur dan pola dengan cara yang beda dari Picasso. Aku suka detail-detail kecil kayak label botol yang dirombak jadi bentuk segitiga tapi masih bisa dikenali. Karya Gris ini ngebuktiin kubisme nggak cuma tentang dekonstruksi, tapi juga harmoni visual.
2026-06-14 06:21:30
1
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN
Triyuki Boyasithe
10
1.6K
Tahun 1963, di desa Galogandang, tiga anak kecil berusia 12 tahun bersahabat. Kasim, Fikri, dan Khairul. Di antara mereka bertiga, Khairul merupakan anak toke beras dan paling kaya di kampung. Namun, orang tua Khairul Pak Anwar dan Buk Rosma melarang anaknya itu bergaul dengan orang miskin. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Khairul diam-diam tetap berteman dengan kedua anak tersebut.
Suatu hari, Kasim dan Fikri belum makan seharian. Mereka minta makanan ke Khairul. Khairul mengatakan ibunya baru saja merebus ubi jalar. Mungkin dia bisa memberi mereka ubi rebus tersebut. Kasim dan Fikri sangat gembira. Mereka bertiga lalu pergi ke rumah Khairul ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Khairul menyuruh teman-temannya itu menunggu di dekat kandang sapi, sementara dia pergi mengambilkan ubi tersebut.
Ketika Khairul pergi, Pak Anwar ternyata sedang menuju ke kandang sapi dan memeriksa kandang tersebut. Hal rutin yang biasa dia lakukan setiap malam. Kasim dan Fikri langsung takut dan bergegas bersembunyi di belakang kandang. Sampai akhirnya Pak Anwar pergi.
Saat Khairul kembali, dia berpapasan dengan Pak Anwar. Pak Anwar bertanya mau ke mana malam-malam, dan Khairul gugup sambil mengatakan kalau dia hendak membuang sampah. Pak Anwar pun curiga. Tanpa sepengetahuan Khairul, dia menguntit anaknya tersebut.
Khairul yang merasa sudah aman, segera memanggil kedua sahabatnya. Mereka pun keluar dan semangat hendak memakan ubi. Saat itulah Pak anwar muncul lalu memarahi anak-anak tersebut. Pak anwar tidak segan-segan menurunkan tangan kasar ke Kasim dan Fikri. Sampai-sampai Fikri muntah darah dan Kasim merasakan tulangnya seperti mau patah setelah dibanting ke tanah oleh lelaki dewasa itu.
Ketika kedua orang tua anak tersebut tahu apa yang menyebabkan anak mereka sakit, dendam dan kebencian pun menyeruak. Pak Abdul selaku ayah si Fikri dan Pak Uday sebagai ayah si Kasim mencari Pak Anwar untuk membuat perhitungan. Mereka menuntut keadilan untuk anak mereka.
***
Cover dibuat menggunakan AI dari canva.com
Cerita klasik seorang Kanaya yang mengagumi laki-laki penghuni mimpinya. Setiap di waktu luang ia melukiskan wajah laki-laki dalam mimpinya ke dalam kanvas. Ia berharap laki-laki itu akan menemuinya suatu hari, seperti yang ia impikan. Akan tetapi, bagaimana jadinya jika laki-laki yang selalu ia impikan ternyata perpaduan wajah dua orang yang berbeda di dunia nyata?!
Mungkin ini termasuk cerita yang absurd, tapi Kanaya, gadis itu benar-benar mengalaminya.
Di sebuah desa di Jawa Tengah, tersembunyi sebuah curug (air terjun) kembar yang indah, menjadi surga wisata bagi warga sekitar. Airnya jernih, kolamnya dalam dan tenang, dikelilingi oleh perkebunan karet dan hutan kecil yang lebat. Setiap hari Minggu dan hari libur, tempat ini selalu ramai. Anak-anak berenang, keluarga piknik, remaja nongkrong sambil selfie.
Namun di balik keindahan itu, Curug Kembar menyimpan misteri tua: sebuah pohon karet yang mengeluarkan darah jika disadap, dan pohon dadap besar yang diyakini menjadi tempat bersemayam pusaka gaib: besi kuning.
Warga percaya, pusaka itu adalah penjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia gaib di sekitar Curug Kembar. Tapi ketenangan itu hancur saat seseorang, demi pesugihan, nekat mengambil besi kuning dari akar pohon dadap.
Setelah pusaka itu diambil, kejadian-kejadian mengerikan mulai terjadi: orang kerasukan, penampakan sosok wajah merah, suara gamelan saat hujan turun, bahkan ada yang menghilang setelah masuk hutan. Puncaknya, saat hujan deras turun selama berhari-hari, tanah di atas curug longsor, menimbun kolam di bawahnya dan menyapu habis tempat rekreasi tersebut.
Kini, Curug Kembar ditinggalkan. Tak ada lagi yang berani datang. Warga percaya gerbang dunia lain telah terbuka. Dan sesuatu... telah lepas dari dalamnya.
Ibuku adalah seorang seniman forensik yang paling andal di kantor polisi. Dia tegas, berintegritas, dan sangat membenci kejahatan.
Namun, ketika menerima telepon darurat dariku, dia malah menegurku dengan tegas, “Kamu jelas-jelas tahu ini hari ulang tahun adikmu yang baru mencapai usia dewasa, tapi kamu malah mau pakai trik kotor ini untuk merusak suasana! Kalau kamu benar-benar diculik, biar saja penculik itu membunuhmu!”
Dia yakin bahwa ini hanyalah lelucon dan menolak datang ke kantor polisi untuk membuat sketsa. Akhirnya, dia melewatkan kesempatan terbaik untuk menyelamatkanku dan aku disiksa hingga mati.
Setelah laporan tes DNA keluar, dia bergegas pergi ke tempat kejadian dengan langkah yang goyah. Berdasarkan tulang-tulangku, dia mulai menggambar sketsaku dengan tangan yang gemetar.
“Ini nggak mungkin adalah Janice! Aku pasti salah gambar!”
Namun, tidak peduli berapa kali dia menggambar, sketsa yang dihasilkannya menampilkan dengan jelas wajahku saat aku meninggal. Ibuku yang selalu membenciku akhirnya meneteskan air mata.
“Benar-benar … nikmat sekali! Kamu sangat tahu cara memperlakukan wanita .…”
Aku adalah seorang fotografer anatomi tubuh. Lewat lensa kamera, aku telah menangkap ribuan ekspresi wanita yang menggoda dan liar.
Wanita di dalam jepretanku, tidak peduli seperti apa mereka sebelumnya, akan menjelma menjadi model kelas satu yang luar biasa cantik.
Itu semua karena mereka adalah hasil "didikanku" sendiri.
Di dalam kamar yang temaram, seorang wanita berlutut telanjang di atas ranjang dengan napas yang memburu. Pipinya merona merah, tatapannya sayu kehilangan arah, sementara bokongnya yang sintal tetap menungging tinggi di bawah cengkeraman tanganku.
Di penghujung kiamat, umat manusia telah kalah. Kaelan Valerius, satu-satunya penyihir yang berhasil menembus batas logika hingga mencapai Tingkat 99.999, berdiri sendirian di atas puing-puing peradaban. Meskipun memiliki kekuatan setara dewa dengan evaluasi bakat SSS, ia terlambat. Semua yang ia cintai telah musnah ditelan oleh entitas Void.
Dalam upaya terakhir yang nekat, Kael membakar seluruh inti mananya untuk mengaktifkan Geometri Suci: Regresi Kosmik. Ia bersumpah untuk memutar balik waktu, bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk menulis ulang takdir dengan tangannya sendiri.
Namun, terbangun di masa lalu membawa tantangan yang tak terduga: Kael kembali menjadi seorang bayi.
Terjebak dalam tubuh mungil yang rapuh namun memiliki ingatan dan teknik dari tingkat puncak, Kael harus memulai segalanya dari nol. Di dalam ayunan, ia mulai menempa sihir terlarang. Di balik tawa bayinya, ia menyusun strategi perang galaksi.
Dari seorang balita jenius hingga menjadi penguasa dimensi yang tak tertandingi, inilah kisah Kaelan Valerius—sang Arsitek Kosmik yang akan memastikan bahwa kali ini, kiamat tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dimulai.
Ada satu lukisan yang selalu bikin aku terpana setiap kali melihatnya: 'The Starry Night' karya Vincent van Gogh. Lukisan ini menggambarkan langit malam yang berputar-putar dengan bintang-bintang besar dan bulan sabit yang bersinar. Yang membuatnya istimewa adalah cara Van Gogh menggunakan sapuan kuas yang tebal dan berliku-liku untuk menciptakan kesan ruang yang dinamis. Desa di bawahnya terlihat tenang, kontras dengan langit yang penuh energi.
Aku selalu penasaran bagaimana Van Gogh bisa menangkap perasaan malam yang begitu hidup. Warna biru dan kuning yang kontras menciptakan kedalaman ruang yang unik. Lukisan ini bukan sekadar gambar pemandangan, tapi lebih seperti visualisasi emosi sang pelukis. Setiap kali melihatnya, aku merasa seperti diajak masuk ke dalam dunia imajinasinya yang penuh warna dan gerakan.
Barli Sasmitawinata adalah salah satu seniman Indonesia yang karyanya sering dikaitkan dengan pengaruh kubisme. Dia menggabungkan elemen tradisional dengan gaya modern, menciptakan visual yang unik dan penuh karakter. Karya-karyanya seperti 'Potret Diri' menunjukkan deformasi bentuk khas kubisme, tapi tetap mempertahankan nuansa lokal yang kuat.
Aku pernah melihat beberapa karyanya di pameran dan terkesan bagaimana dia bermain dengan perspektif fragmented, tapi tetap bisa menyampaikan emosi yang dalam. Karya-karyanya seperti jembatan antara seni Barat dan identitas Indonesia, sesuatu yang jarang ditemukan di era itu.
Ada satu nama yang langsung melompat ke pikiran ketika membicarakan seniman legendaris: Vincent van Gogh. Lukisan 'Starry Night' adalah masterpiece yang selalu membuatku terpaku setiap kali melihatnya. Goresan ekspresif dan warna biru-keunguannya yang dramatis seolah bercerita tentang pergolakan jiwa sang seniman. Karya-karyanya yang penuh emosi dan teknik impasto yang khas benar-benar mengubah cara pandangku terhadap seni modern.
Selain Van Gogh, aku juga terpesona oleh Salvador Dali dengan dunia surealisnya. 'The Persistence of Memory' dengan jam-jam yang meleleh itu menciptakan dimensi mimpi yang begitu hidup. Kerennya, Dali tidak hanya melukis tetapi juga mendesain perhiasan dan kolaborasi film, membuktikan bahwa seni bisa merambah berbagai medium.
Museum selalu jadi tempat pertama yang terlintas di kepala kalau mau lihat seni rupa terapan klasik. Tapi jujur, jalan-jalan virtual di Google Arts & Culture itu jauh lebih praktis buat generasi sekarang. Mereka punya koleksi digital dari museum top dunia kayak Louvre atau MET, lengkap dengan resolusi super tinggi sampai bisa ngelihat detail goresan kuas. Beberapa minggu lalu aku nemu koleksi keramik Dinasti Ming di sana yang bikin terkagum-kagum sama presisi tekniknya.
Kalau mau yang lebih kontemporer, Instagram jadi gudangnya seniman-seniman applied art modern. Coba cek tagar #contemporarycraft atau #functionalart - di situ sering muncul karya-karya furniture artistik sampai perhiasan avant-garde yang bikin ngiler. Yang keren, banyak senimannya langsung kasih proses pembuatan di Reels, jadi kita bisa belajar juga tekniknya.
Ada satu nama yang langsung melompat ke pikiran ketika membicarakan seniman legendaris yang menguasai tema ruang dalam karyanya: Vincent van Gogh. Lukisannya 'The Starry Night' adalah mahakarya yang menggambarkan langit malam dengan pusaran biru dan kuning yang seolah hidup, menciptakan ilusi dimensi yang dalam.
Van Gogh bukan sekadar melukis pemandangan, tapi menyuntikkan emosi rawannya ke dalam setiap sapuan kuas. Teknik impasto-nya yang kental membuat bintang-bintang terasa menyentuh langit, sementara desa di bawahnya terasa kecil di hadapan alam semesta. Karyanya mengajak kita merenung tentang betapa luasnya ruang di luar bumi, sekaligus betapa intimnya hubungan manusia dengan kosmos.