Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

tanyanya lagi sambil memiringkan kepala dengan senyum manis semanis senyum sang Mommy. Akbi menggendong Arsha lalu mengambil paku berkarat dari tangan mungil itu untuk ia buang jauh-jauh. “Lukisan kamu bagus, sayang ... tapi enggak ngelukis di mobil Daddy juga ... nanti pulang kerja Daddy beliin kanvas ya?” “Apa itu kanvas, Daddy?” “Tempat untuk melukis.” “Baaaiiikkk, Caca mau kanvas!” balita itu berseru riang.
1054.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as gambar kanvas
Read
+Library
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

"Dan badanku sekarang pegal. Nggak cocok aku melukis, Kak." Hasil lukisan Daisha macam gambar yang dibuat anak SD zaman old, di mana gunung terpajang dua, ujungnya lancip-lancip, lalu matahari dibuat di tengah gunung itu. Pokoknya khas. "Mau Kakak pijitin?" Garda ikut meletakkan kuasnya. Gunung buatan Garda jauh berbeda dengan yang Daisha lukis. Di sini Daisha melihat kanvas-kanvas itu. Dia tunjuk milik Garda.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Nilakandi

Nilakandi

Atensi Diwana teralihkan pada ruangan galeri seni kecil yang pintunya masih setengah terbuka. “Wah...” ucapnya spontan, tak bisa berkata-kata. Matanya melebar saat melihat belasan lukisan yang terpajang di dinding. Dari mulai lukisan abstrak, lanscape, realistic potrait, dan lain-lain. Ada beberapa kanvas baru yang berjejer rapi di rak besar di sudut ruangan, juga tumpukan paket yang nampaknya belum sempat Kandi buka.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Vincent masuk dengan langkah santai, membawa sebuah gulungan kanvas baru yang terlihat sangat premium. “Kau tampak seperti sedang memikirkan cara menginvasi negara lain, Viona,” canda Vincent sambil meletakkan kanvas itu di meja samping. “Gunakan ini untuk karya utamamu. Ini kanvas serat halus dari Prancis, sangat bagus untuk teknik glazing yang sering kau pakai.”
109.2K viewsCompletedAdded to Library 369 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Sketsa

Sketsa

Ia belum siap di sebut 'orang gila' lagi oleh Gavin. "Mimpi, ya.." Gavin bergumam pelan. Ia mengambil buku anatomi yang sempat ia tunjukkan pada Naya. Tangannya membuka buku tebal itu, lalu membalik halamannya hingga halaman keseratus muncul. Ada foto gadis kecil yang mengenakan dress putih bermotif bunga matahari disana. Di samping gadis kecil itu, terpampang wajah anak laki-laki berkacamata yang tak menunjukkan ekspresinya sama sekali.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

"Gunakan canvas dan cat air yang pernah kuberikan kepadamu." "Eh... apa maksudnya?" Bening merasa tersesat. Apalagi pria tinggi itu langsung keluar dari toko begitu saja. "Canvas dan cat air?" Gumam Bening masih kebingungan. "Kamu mengenalnya, Bening?" Tanya Raina. Bening hanya menggeleng. Ia lalu mencoba mencerna ucapan pria itu barusan. "Lukisan.. Canvas..." oh, Bening sampai menutup mulutnya dengan terkejut. Apa mungkin itu Reyhan? Pria yang sudah memberikan alat melukis untuknya. "Pantas saja.."
103.1K viewsCompletedAdded to Library 74 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Nikah Kilat: Terjebak Pesona Tuan Muda Posesif

Nikah Kilat: Terjebak Pesona Tuan Muda Posesif

“Tapi Nyonya minta untuk dibuang saja.” Kening Gallen mengernyit. Ia mendekat dan mengambil satu buku dari kardus terbuka. Beberapa lembar sketsa terbuka di tangannya. Figur-figur perempuan tergambar dalam pose anggun, mengenakan aneka busana yang diberi warna dengan crayon dan spidol. Beberapa digambar utuh dari kepala sampai kaki, sebagian lagi hanya potongan atas atau bawah. Lengkap dengan berbagai anotasi dan keterangan
102.6K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Cinderella Milik CEO

Cinderella Milik CEO

Ella lalu mulai melukis di kanvas. Ella melukis seorang gadis yang berdarah-darah sedang terduduk. Lalu dikepala gadis itu terdapat benang-benang yang membentuk otak. Kemudian ada banyak orang yang menarik benang itu hingga benang itu semakin mengecil.
9.527.7K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

“Mas akan cari cara untuk masalah ini.” Jasmine membalas pelukan Renan, lalu mengangguk pelan. *** Aroma cat minyak tercium jelas di hidung. Kanvas di depan sudah tergores beragam warna tak beraturan. Tidak jelas apa yang terlukis, meski sudah beberapa jam duduk di depan kanvas. Suara derasnya hujan di luar terdengar jelas. Bulir-bulir air pun menempel di jendela besar studio. Semilir hawa sejuk pun menyusup menyapa kulit.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 463 Times as gambar kanvas
Read
+Library
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Kanvas membuat setiap lukisan terasa nyata, layak dipajang, seolah punya napas sendiri. Ia menyiapkan kanvas, cat, dan kuas. Tak butuh waktu lama, garis-garis pertama mulai muncul. Tangannya bergerak luwes, tidak terburu-buru. Di rumah ini, ia tidak perlu bersaing dengan waktu atau hiruk pikuk seperti di atrium saat lomba dulu. Hanya ada suara kuas, napasnya sendiri, dan cahaya pagi yang masuk lewat jendela.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as gambar kanvas
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status