Ngebahas Mas Romli di YouTube itu menarik karena fenomenanya unik. Meskipun banyak konten tentang beliau yang viral, tapi anehnya enggak ada channel resmi yang dikelola langsung. Padahal kan potensial banget buat monetisasi, apalagi dengan jumlah fans yang besar. Mungkin ini pilihan strategi konten aja - bisa jadi beliau lebih nyaman dengan format lain yang lebih spontan atau enggak terlalu formal.
Yang lucu, justru karena ketiadaan channel resmi ini malah bikin komunitas fans lebih kreatif bikin konten tribute. Dari compilasi video sampai edit-editan lucu semua ada. Jadi meskipun enggak official, aura Mas Romli tetap kuat di YouTube lewat tangan-tangan kreatif penggemarnya.
Dari obrolan di beberapa forum penggemar, banyak yang bilang Mas Romli emang sengaja enggak buat channel YouTube. Alasannya simpel aja - beliau lebih suka interaksi langsung ketimbang lewat video yang udah diedit. Tapi jangan sedih, konten-konten kocaknya tetap bisa ditemuin di YouTube lewat upload-an fans atau klip dari stasiun TV. Justru malah jadi lebih seru karena tiap channel punya ciri khas ngolah materi yang sama dengan gaya berbeda.
Beberapa waktu lalu sempat penasaran juga soal ini, pas lagi scroll YouTube nemu konten-konten yang katanya dari Mas Romli. Tapi setelah telusuri lebih dalam, kayaknya enggak ada channel resmi yang betulan milik beliau. Kebanyakan cuma fanpage atau orang lain yang ngaku-ngaku. Kalau mau cari konten asli, mending pantengin akun media sosial pribadinya atau tanya langsung ke komunitas penggemarnya yang aktif.
Dari pengalaman ngobrol sama beberapa teman yang suka konten Mas Romli, mereka bilang beliau lebih sering muncul di platform lain ketimbang YouTube. Mungkin karena gaya kontennya yang lebih cocok buat format pendek atau interaksi langsung. Tapi siapa tau suatu hari nanti bikin channel official, kan?
Aku termasuk yang sering banget nonton konten-konten lucu ala Mas Romli, dan sempet kepikiran buat subscribe channel youtubenya. Sayangnya sampai sekarang belum nemu yang bener-bener official. Justru malah banyak channel parodi atau akun clip yang ngumpulin momen-momen beliau dari acara TV atau media sosial. Kalau mau yang authentic, mungkin bisa cek akun verified-nya di platform lain, karena sejauh ini belum ada tanda-tanda beliau bakal buka channel YouTube khusus.
2026-07-20 05:01:25
18
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Ah! Mantap Mas Ramli
Miss Luxy
9.8
4.1M
"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!"
Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan.
Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Blurb
Kenapa, sih, wanita kalau sudah di atas 30 tahun dan belum menikah, disebut perawan tua? Tidak laku? Dan berbagai titel lainnya.
Tidak itu di kota atau pun desa. Selalu saja hal itu menjadi gunjingan para kawan, sanak saudara, juga para tetangga. Seakan status jomlo adalah aib besar yang sangat memalukan.
Ada apa sebenarnya dengan sugesti orang-orang tentang status jomlo? Padahal jomlo itu kan tidak merugikan siapa pun. Mereka bukan virus, bukan pula kutukan. Jadi tidak perlu dipermasalahkan.
Seperti halnya aku. Aku Hasmi Azzahra. Seorang perawat di sebuah rumah sakit, yang kini berusia 32 tahun dan aku seorang jomlo!
Sebenarnya, bukan mauku masih menjomlo seperti ini di usiaku yang sudah tidak muda lagi. Pengalaman buruk tentang lelaki berengsek di masa lalulah yang membuat aku seperti ini.
Bukan aku trauma. Aku hanya ingin lebih seleksi lagi dalam memilih pasangan, karena aku tidak ingin kecewa kembali.
Untuk memilih pasangan, aku tidak mungkin asal tunjuk, dan asal pilih mumpung ada yang mau, iya, kan? Karena menikah itu perkara panjang yang punya banyak poin untuk dipikirkan dan dipertimbangkan.
Pokoknya aku tidak mau sampai salah pilih lagi!
Jadi … tolong dimengerti, ya? Jomlo itu bukan aib, kok. Meski aku tidak tahu sampai kapan harus menjomlo seperti ini?
Aku hanya bisa menunggu jodohku datang saja.
Sekalipun, sebenarnya ada seorang pria yang sering membuatku galau tingkat dewa. Tapi, sikap datarnya membuatku kesulitan menebak isi hatinya.
Hatiku semriwing saat dia melirikku. Namun, tensi darahku pun selalu naik tiap kali berinteraksi dengannya.
Dia sangat menyebalkan! Namun, juga selalu aku rindukan.
Jadi, haruskah aku mengejarnya? Atau cari pria yang lain saja, yang bisa memberiku kepastian.
Yang mana, yang harus aku pilih untuk mengakhiri kejomloan ini?
Seorang pemuda kaya yang kecewa atas perlakuan pacarnya, yang mengakibatkan pemuda tersebut harus pergi jauh dan menyamar sebagai marbot masjid. Pemuda tersebut ingin mencari orang yang benar-benar tulus kepadanya, bukan hanya sekedar modus mendekatinya.
Selama lima tahun, Miranda rela memeras keringat menjadi TKW dan buruh cuci demi membiayai kuliah Bayu, suaminya. Namun, di hari kelulusan, Bayu justru memeluk wanita lain dan menghina Miranda sebagai pembantunya di depan teman-temannya.
Di titik terhancurnya, Miranda mencari Rolan. Seorang pria dingin, berkuasa, sekaligus pemilik firma hukum raksasa yang merupakan majikan tempat Miranda bekerja sebagai buruh cuci harian.
Rolan siap merebut kembali setiap yang yang dikeluarkan dan harga diri Miranda yang telah diinjak-injak lewat jalur hukum. Namun, di balik dinginnya ruang sidang, Miranda tidak pernah menyangka jika dirinya justru terperangkap dalam gairah mantan majikan yang begitu posesif melindunginya.
Saat Bayu merangkak memohon untuk kembali, apakah mereka bisa kembali bersatu?
Pembantu di rumahku mengklaim dirinya sebagai wanita mandiri generasi baru. Setiap hari, dia mendorongku untuk menjadi lebih independen. Memintaku mencuci baju, memasak, dan merawat anak. Dia bahkan menyarankan agar aku bercerai dengan suamiku.
Belakangan, aku menyadari bahwa dia ternyata seorang influencer. Tanpa seizin dariku, dia membuat serangkaian video yang menjelekkan diriku dengan tema "melatih istri manja," lalu mengunggahnya ke internet. Bukan hanya itu, dia juga mencuri perhiasan dan pakaian dariku.
Setelah aku memecatnya, dia malah menyerangku di dunia maya dan menuduhku sebagai wanita yang membenci sesama wanita, tetapi bersikap baik terhadap lelaki. Lebih parah lagi, seorang penggemar fanatiknya berhasil menyusup ke rumahku dan memberiku racun pestisida dalam air minumku.
Dalam kehidupan kedua, aku kembali ke hari di mana aku pertama kali mengetahui bahwa dia memiliki akun dengan jutaan pengikut. Kalau dia memang suka siaran langsung, aku akan membuat semua orang melihat wajah asli dari "wanita mandiri" ini.
Jangan lupa subscribe ya, biar enggak ketinggalan update bab selanjutnya
Ada kalimat yang sampai hari ini masih kuingat. Kupikir rasanya sudah tertanam di benakku. Suatu hari aku mendengar ibu tengah bergosip di warung sayur, hingga kemudian aku datang untuk membeli beberapa bumbu masak yang kurang, wanita itu berkata dengan lantangnya sambil bekacak pinggang.
“Duh saya punya menantu kayak sampah!” ucap ibu kala itu. sontak saja semua orang di sana tercengang, tetapi bukannya meminta berhenti. Mereka malah semakin memancing ibu untuk bercerita banyak hal.
“Loh kok bisa, Bu? Eh, orang cantik gitu, dibilang sampah, bagaimana sih Bu!”
“Alah cantik doang buat apa kalau nyapu enggak bersih, mana ngepel aja maju! Keinjek lagi dong lantainya! Haduh saya tuh tiap hari saya sampai pakai koyo, punya mantu bukannya tambah enak. Malah capek, rumah saya yang bersihin, masak aja sama saya. Dia mana bisa masak? Sekalinya masak malah nyuruh suaminya. Ih najis banget! Bisa-bisanya si Dadan nyari istri yang enggak bisa ngapa-ngapain. Padahal, saya berharapnya Dadan nikah sama Nining, dia juga cantik, pintar masak. Bisa nandur di sawah, angon bebek juga tuh lihat anakannya sudah besar-besar. Lah ini, malah dapet orang kota, saban hari kerjanya maen hp!”
Dari pencarian terakhir yang kulakukan, Ah Mantap Mas Rusli memang punya channel YouTube, tapi kontennya tidak terlalu aktif. Channel itu lebih banyak menampilkan klip-klip pendek dari acara televisi atau live streaming-nya. Aku sempat berharap bakal ada konten eksklusif seperti behind the scene atau vlog, tapi sejauh ini belum kulihat. Mungkin karena kesibukannya di dunia hiburan offline yang padat. Tapi bagi fans berat seperti aku, bahkan konten seadanya itu sudah cukup buat nostalgia.
Kalau kamu penasaran, coba cari namanya di YouTube. Beberapa video lawasnya lucu banget, terutama yang masih pakai gaya khas 'ah mantap' dengan ekspresi over-the-top. Sayangnya, algoritmanya kurang keangkat, jadi harus telusuri manual. Kalo ada update konten baru, pasti bakal langsung ku subscribe!
Aduh, pertanyaan ini bikin aku langsung teringat sama konten-konten seru yang pernah kubaca di forum. Akah Mantab Mas Rafli itu salah satu kreator yang cukup aktif di YouTube dengan beberapa channel yang punya ciri khas sendiri. Channel utamanya, 'Akah Mantab', biasanya berisi konten komedi sketsa dengan gaya khas Medan yang bikin ngakak. Ada juga 'Akah Gaming' di mana dia main game sambil ngobrol santai, kadang pake logat Medan yang kental. Yang menarik, konten-kontennya nggak cuma lucu tapi juga sering nyelipin nilai-nilai kehidupan.
Selain itu, aku pernah nemuin channel 'Akah Vlog' yang isinya kehidupan sehari-hari dan kolaborasi dengan kreator lain. Yang bikin beda, Rafli ini piawai banget memainkan emosi penonton - dari ngakak guling-guling sampe kadang tersentuh. Beberapa konten terbarunya di channel utama bahkan mulai eksperimen dengan format podcast ringan. Buat yang suka konten lokal dengan rasa Medan autentik, channel-channel ini worth to banget buat di-subscribe.
Kemarin lagi iseng scroll YouTube buat cari konten lucu, terus nemu channel 'Ah Mantap Mas Ali'. Awalnya kira cuma meme biasa, ternyata kontennya beneran ada! Mereka upload video pendek dengan gaya kocak khas anak muda, mostly tentang situasi random yang diangkat jadi bahan candaan. Kalo suka humor absurd ala 'Youtuber Slebew' atau 'Gofar Hilman', channel ini worth to check.
Yang bikin beda, mereka nggak cuma ngandelin editan norak tapi juga ada storyline mini. Misalnya video 'Ngopi Bareng Mas Ali' yang parodiin obrolan warung kopi ala anak kos. Uniknya, meski durasinya pendek, ada twist di akhir yang bikin ketawa ngakak. Cuma sayang uploadnya nggak rutin, jadi kadang harus sabar nunggu konten baru.
Kalau ngomongin Mas Romli, sosok yang satu ini emang punya ciri khas banget di dunia konten kreator. Dari pengamatan, dia paling sering muncul di YouTube dengan konten-konten uniknya yang bikin ngakak sekaligus relatable. Videonya nggak cuma lucu, tapi juga sering nyentuh sisi keseharian yang kadang kita lewatkan. Beberapa konten live-nya juga sempat viral, jadi kayaknya YouTube tuh jadi 'rumah' utama buat dia. Platform lain kayak TikTok atau Instagram mungkin dipake buat cuplikan atau promosi, tapi inti ceritanya tetap di YouTube.
Yang bikin bedain, cara Mas Romli ngomong itu santai banget, kayak lagi ngobrol sama temen deket. Nggak heran banyak yang betah nonton channelnya. Ada kesan personal yang kuat, dan itu mungkin alasan kenapa YouTube jadi pilihan utamanya. Sering juga kolaborasi sama kreator lain, jadi makin memperkaya kontennya.